Dari Botol Plastik Hingga Kertas Bekas: Memilah Dengan Hati

UNDIP, Semarang (17/6)— Setiap hari, UPT Perpustakaan menghasilkan sampah, mulai dari kertas bekas, pembungkus makanan ringan, botol plastik sisa pengunjung, hingga sampah organik dari makanan. Tim kebersihan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press telah berkomitmen untuk melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Mereka dengan teliti memisahkan sampah berdasarkan kategorinya.

“Kami tidak hanya ingin lingkungan perpustakaan ini bersih secara kasat mata, tapi juga bersih bagi bumi. Memilah sampah itu perlu ketelitian dan kesabaran dan hasil dari lingkungan yang bersih membuat pengunjung menjadi nyaman,” ungkap Nasto, salah satu anggota tim kebersihan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press.

Semangat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan dedikasi. Dari aksi pemilahan ini, Tim Kebersihan mengategorikan sampah menjadi beberapa bagian yaitu sisa makanan dan sampah dapur, sampah plastik, sampak styrofoam, plastik multilayer, serta tisu dan pembalut.

Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim kebersihan yang menjadi garda terdepan dalam gerakan ramah lingkungan ini.

“Mereka adalah jantung dari kenyamanan perpustakaan. Semangat mereka dalam memilah sampah menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tuturnya.

“Menjaga kelestarian bumi tidak harus menunggu gerakan besar. Dari setiap botol plastik dan lembar kertas yang mereka pilah, ada harapan untuk masa depan bumi yang lebih hijau. Selain menjaga lingkungan perpustakaan tetap asri dan bebas bau, pemilahan sampah ini juga memberikan nilai ekonomis bagi tim kebersihan dari hasil penjualan sampah layak olah. Selain itu diharapkan mampu menyentuh kesadaran para pemustaka, baik pegawai, mahasiswa maupun dosen untuk mulai membuang sampah pada tempat yang sesuai dengan kategorinya,” pungkas Suwondo. (Perpus UNDIP)