UNDIP, Semarang (13/5) – Keluarga sebagai institusi sosial terkecil dalam masyarakat kini tengah menghadapi transformasi fundamental di tengah arus modernitas dan digitalisasi. Merespons dinamika tersebut, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menyelenggarakan Webinar Series 72 dengan topik “Evolusi Metodologi Dalam Studi Keluarga: Menjawab Tantangan Perubahan Sosial Di Era Digital,” Rabu (13/5). Narasumber acara ini adalah Dr. Nailul Fauziah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sekaligus ahli di bidang Psikologi Keluarga dan Perkawinan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. menyampaikan era digital telah banyak memberikan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam dinamika keluarga dan pola interaksi sosial. Hubungan antar anggota keluarga saat ini tidak hanya berlangsung secara langsung tetapi juga melalui platform digital, media sosial dan teknologi komunikasi yang terus berkembang.
“Kondisi tersebut tentu menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru dalam penelitian sosial dan studi keluarga. Perubahan ini menuntuk para peneliti untuk terus beradaptasi dan mengembangkan metodologi penelitian yang lebih inovatif, fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman,” tutur Prof. Adian.
Dalam paparannya, Dr. Nailul Fauziah menyampaikan desain mix methods yang palin relevan untuk studi keluarga yaitu sequential explanatory untuk mengukur pola umum, cocok untuk melihat prevelansi, korelasi, perbedaan kelompok, contohnya tingkat keharmonisan keluarga, parenting stress, marital satisfaction dan convergent design yang menggabungkan data kuantitatif dan kedalaman data kualitatif.
“Sequential explanatory menggali mengenai makna, proses, dan pengalaman hidup, tepat untuk memahami narasi keluarga, misalnya pengalaman orang tua dengan anak ASD atau pengalaman nenek sebagai caregiver,” ungkapnya.
Diskusi dalam webinar ini menunjukkan bahwa kehadiran teknologi informasi telah mendefinisikan ulang batas-batas ruang domestik dan publik. Digitalisasi tidak hanya mengubah cara keluarga berkomunikasi, melainkan juga memengaruhi pola asuh (parenting), pembagian kerja domestik, hingga cara nilai-nilai moral ditransmisikan antar-generasi. (Perpus UNDIP)