Peringatan Purple Day: Nyalakan Literasi, Tumbuhkan Empati untuk Pejuang Epilepsi

UNDIP, Semarang (26/3) – Setiap tanggal 26 Maret, dunia bersinar dengan warna ungu dalam rangka Purple Day, sebuah gerakan global untuk meningkatkan kesadaran tentang epilepsi.

Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom., menyampaikan bahwa semangat literasi bukan sekadar kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan untuk memahami realitas sosial dan kemanusiaan. Kurangnya informasi seringkali melahirkan stigma negatif terhadap pengidap epilepsi.

“Semangat literasi adalah semangat untuk berempati. Dengan membaca dan memahami, kita tidak lagi melihat epilepsi sebagai sebuah batasan, melainkan sebagai bagian dari keberagaman kondisi manusia yang patut kita dukung bersama,” tuturnya.

Dengan membaca banyak referensi dengan sumber bacaan yang valid dan edukatif akan melawan mitos dan misinformasi seputar epilepsi. Perpustakaan menjadi sebagai ruang bersama, di mana setiap individu merasa aman, diterima, dan didukung tanpa diskriminasi.

Selamat memperingati Purple Day Sedunia. Mari kita jadikan setiap halaman yang kita baca sebagai langkah untuk lebih peduli. Karena pengetahuan adalah obat terbaik bagi prasangka, dan empati adalah bahasa universal dari literasi yang sesungguhnya. (Perpus UNDIP)