Strategi Mix Method: Kunci Menghasilkan Karya Ilmiah yang Komprehensif dan Teruji

UNDIP, Semarang (11/3) – Di tengah dinamika dunia penelitian yang kini tidak sekadar bergelut dengan statistik, kedalaman makna menjadi kunci utama validitas sebuah karya ilmiah. Menjawab tantangan global tersebut, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menghadirkan Webinar Mix Method sebagai jembatan untuk menyatukan kekuatan angka dan narasi dalam satu bingkai riset yang komprehensif. Webinar #71 yang bertajuk Mix Method Riset Kombinasi Dalam Penelitian Akademik dilaksanakan pada Rabu (11/3) melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. selaku Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi menyampaikan bahwa metode penelitian kombinasi akan semakin banyak digunakan karena mampu menintegrasikan kekuatan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih  komperehensif terhadap suatu fenomena penelitian.

“Melalui kegiatan webinar ini kami berharap dapat memperoleh wawasan yang lebih medalam mengenai konsep, desain, serta praktik penerapan metode penelitian kombinasi dalam penelitian akademik sehingga mampu meningkatkan kualitas riset yang dilakukan di lingkungan perguruan tinggi,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd. (Pembina Beeru Institute). Ia mengatakan tujuan penelitian S1 mengaplikasikan IPTEK dalam bidang keahliannya, program S2 mengembangkan IPTEK hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dengan pendekatan inter atau multidisipliner, mendapat pengakuan nasional dan internasional, sedangkan program doktor menciptakan IPTEK hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji dengan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner, mendapat pengakuan nasional dan internasional.

“Metode penelitian kombinasi adalah metode penelitian yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam setiap kegiatan penelitian sehingga diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat,” terangnya.

Prof. Sugiyono menjelaskan lebih lanjut bahwa terdapat beberapa strategi dalam menerapkan metode kombinasi, antara lain  Sequential Explanatory (Urutan Pembuktian), di mana peneliti mengumpulkan data kuantitatif dulu, baru kemudian diperdalam dengan kualitatif untuk menjelaskan hasil angka tersebut. Sequential Exploratory (Urutan Penemuan), peneliti melakukan kualitatif dulu untuk menemukan tema atau variabel, baru kemudian diuji secara luas dengan kuantitatif, dan Concurrent Triangulation (Campuran Serempak), peneliti mengumpulkan kedua jenis data dalam waktu yang sama, lalu membandingkan hasilnya apakah saling mendukung atau justru bertentangan

Pemaparan Prof. Sugiyono menjadi pemantik peserta untuk tidak terpaku pada satu metode saja. Melalui pendekatan kombinasi, karya ilmiah yang dihasilkan diharapkan lebih berkualitas, berbobot, dan mampu menembus standar publikasi internasional. (Perpus UNDIP)