Perkuat Sinergi, UPT Perpustakaan UNDIP Hadirkan Smart Literacy Collaboration

UNDIP, Semarang (9/3) –Dalam rangka meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek Repositori dan Literasi, serta sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah berbasis riset dan pengabdian masyarakat, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press bekerja sama dengan Perpustakaan Fakultas menyelenggarakan kegiatan “Smart Literacy Collaboration: Pemanfaatan Tools untuk Penulisan Karya Ilmiah” bagi seluruh sivitas akademika Universitas Diponegoro.

“Program ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara UPT Perpustakaan dan UNDIP Press dengan fakultas dan sekolah di lingkungan Universitas Diponegoro untuk mendukung Visi UNDIP,” ungkap Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Kom., M.Kom.

Narasumber kegiatan dari Tim UPT Perpustakaan dan UNDIP Press serta pustakawan fakultas, dengan ruang lingkup materi Pelatihan Pemanfaatan Tools untuk Penulisan Ilmiah (Optimalisasi penggunaan pengelolaan referensi (reference manager/sitasi) dan perangkat pendukung penulisan lainnya), Optimalisasi E-Resources untuk Riset dan Studi Berbasis AI (Teknik penelusuran sumber informasi digital yang efektif melalui integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence)), Klinik Tugas Akhir (Sesi asistensi khusus yang mencakup bimbingan teknis sitasi, pengecekan orisinalitas karya, pengolahan data penelitian, serta hal-hal teknis lainnya terkait penyelesaian tugas akhir), dan Materi Pendukung (Kegiatan ilmiah lainnya yang relevan dalam mendukung peningkatan kualitas akademik di tingkat fakultas).

Pada Jumat (6/3) Smart Literacy Collaboration dilaksanakan bersama Fakultas Psikologi di Fakultas Psikologi dengan narasumber Pujo Winarno, S.Kom. (Pustakawan Ahli Madya UPT Perpustakaan dan UNDIP Press) dengan materi Analisis Bibliometrik dengan Vosviewer dan Biblioshiny. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa analisis bibliometrik bukan sekadar mengumpulkan referensi, melainkan teknik untuk memetakan keterkaitan antar-penelitian, tren topik yang sedang populer, hingga jaringan penulis di seluruh dunia.

“Dengan alat seperti VOSviewer dan Biblioshiny, peneliti tidak lagi meraba-raba. Kita bisa memvisualisasikan ribuan artikel ilmiah ke dalam sebuah peta jaringan. Dari sana, kita dapat melihat topik mana yang sudah jenuh dan topik mana yang masih segar untuk diteliti,” ujar Pujo.

Dengan kehadiran Smart Literacy Collaboration, hambatan teknis dalam penulisan ilmiah bukan lagi menjadi kendala. Seluruh sivitas akademika UNDIP memiliki akses penuh terhadap alatdan pengetahuan untuk mengubah ide cemerlang menjadi karya ilmiah yang diakui dunia. (Perpus UNDIP)