UNDIP, Semarang (5/3) – Di tengah banjir informasi digital, mahasiswa sering kali terjebak dalam kemudahan pencarian instan. Namun, dalam dunia akademik, kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan sehingga perlu melakukan cross-check sumber informasi dan tidak hanya mengandalkan sumber terbuka seperti Wikipedia untuk referensi ilmiah. Melakukan verifikasi atau cross-check bukan sekadar formalitas, melainkan benteng pertahanan terhadap disinformasi.
Menjawab tantangan literasi digital ini, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menyediakan database jurnal internasional bereputasi dan koleksi buku fisik maupun digital yang kredibel. Penyediaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan UNDIP yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga kritis dalam mengelola informasi. Dengan memanfaatkan sumber daya resmi, mahasiswa tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga belajar menjaga integritas akademik.
Bagi sivitas akademika UNDIP yang ingin menelusuri E-Journal yang dilanggan UNDIP dapat mengaksesnya melalui SSO. Dengan kemudahan ini, mahasiswa diharapkan semakin gemar melakukan cross-check sumber informasi dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara global. Memanfaatkan sumber daya resmi di perpustakaan adalah investasi bagi masa depan. Karena pada akhirnya, tugas akhir yang berkualitas bukan hanya tentang berapa tebal halamannya, tapi seberapa kuat landasan ilmiah di baliknya. (Perpus UNDIP/SOR)