Pustakawan Jadi Kompas Literasi Digital Bagi Mahasiswa

UNDIP, Semarang (18/2) – Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa kini dituntut untuk lebih jeli dalam memilah referensi. Meski internet menawarkan kemudahan akses pengetahuan dalam hitungan detik, melimpahnya data yang belum terverifikasi menjadi tantangan bagi kualitas akademik.

Menyikapi fenomena ini, Ivana Permatasari, S.Sos. (Pustakawan Ahli Muda) UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menyampaikan bahwa peran pustakawan menjadi semakin penting, yakni menjadi fasilitator pembelajaran dan penelitian.

 “Salah satu tugas pustakawan adalah membantu mahasiswa menyaring informasi digital yang sangat luas agar mereka dapat menemukan sumber yang relevan dan kredibel sesuai kebutuhan akademik,” ungkapnya.

“Mahasiswa saat ini dihadapkan pada banyak sekali sumber informasi dari internet. Tidak semuanya sudah disaring dan dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah pustakawan sebagai fasilitator untuk menemukan sumber yang relevan dan kredibel ” lanjut Iva.

Tanpa pendampingan yang tepat, mahasiswa berisiko menggunakan referensi yang tidak akurat, yang secara langsung dapat menurunkan kualitas penelitian mereka.. Oleh karena itu, kehadiran pustakawan menjadi kunci dalam menciptakan budaya akademik berbasis informasi yang valid, salah satunya melalui kegiatan seperti Klinik Tugas Akhir (TA).

Di era keterbukaan informasi yang nyaris tanpa batas, penguasaan teknologi saja tidaklah cukup. Iva menekankan pentingnya keterampilan literasi digital sebagai fondasi dasar bagi mahasiswa modern untuk memilah informasi secara kritis.

“Generasi sekarang harus melek informasi dan literasi digital. Mereka harus paham teknologi informasi, tetapi juga paham bagaimana menilai kebenaran sebuah informasi,” tegasnya.

Iva berharap perpustakaan terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Transformasi layanan dan penguatan peran pustakawan diharapkan mampu menjadi pendamping setia dalam setiap langkah akademik generasi muda. (Perpus/UNDIP)