UNDIP, Semarang (30/01) – UPT Perpustakaan dan UNDIP Press mengizinkan pengunjung membawa air mineral ke dalam ruang baca. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian institusi terhadap kesehatan mahasiswa sekaligus upaya menjaga fokus selama proses belajar. Hal tersebut juga didasari mengingat mahasiswa sering menghabiskan waktu lama untuk belajar, risiko dehidrasi yang menyebabkan pusing dan penurunan konsentrasi menjadi perhatian utama.
Air putih memiliki peranan vital dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh manusia. Para ahli kesehatan merekomendasikan konsumsi air putih yang cukup setiap hari guna mendukung berbagai fungsi penting tubuh, mulai dari metabolisme hingga kerja organ vital. Secara umum, kebutuhan cairan harian berkisar 2 liter atau setara dengan 8 gelas berukuran ±250 ml. Namun demikian, jumlah tersebut dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada usia, tingkat aktivitas fisik, kondisi cuaca, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Individu dengan aktivitas fisik tinggi atau yang berada di lingkungan bersuhu panas cenderung membutuhkan asupan air yang lebih banyak dari rata-rata. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk membiasakan diri minum air putih secara rutin dan tidak menunggu hingga merasa haus. Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air, sehingga kekurangan cairan dapat berdampak langsung pada kinerja tubuh.
Kurangnya konsumsi air putih dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu kondisi kekurangan cairan dalam tubuh. Pada tahap ringan, dehidrasi dapat menimbulkan rasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Sementara pada kondisi yang lebih parah, dehidrasi berpotensi menyebabkan sakit kepala, penurunan konsentrasi, hingga gangguan kesadaran.
“Saya dulu jarang minum air putih karena terlalu fokus beraktivitas. Akibatnya, tubuh sering terasa lemas, kepala mudah pusing, dan konsentrasi cepat menurun. Setelah mulai membiasakan minum air putih secara teratur, kondisi tubuh terasa jauh lebih segar dan fokus saat beraktivitas pun meningkat,” ungkap Reyhan, mahasiswa UNDIP.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pemustaka lainnya. “Saat jarang minum air putih, badan terasa cepat lelah dan sulit fokus. Kebiasaan minum air secara rutin membuat tubuh lebih bertenaga,” kata Aida.
Edukasi Melalui Literasi Ilmiah Dukungan terhadap gaya hidup sehat ini sejalan dengan kekayaan informasi yang ada di Repositori UNDIP. Berbagai kajian ilmiah mengenai manfaat air putih bagi metabolisme, pengelolaan sumber daya air, hingga dampak kualitas air terhadap kesehatan masyarakat dapat diakses secara terbuka. Keberadaan referensi ilmiah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika bahwa menjaga hidrasi bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan biologis yang mendasar.
Aturan membawa minuman meskipun diperbolehkan, tetapi mahasiswa tetap dihimbau untuk menjaga kebersihan dan keamanan koleksi buku. Cairan yang diperbolehkan hanyalah air putih dalam wadah botol atau tumbler yang tertutup rapat guna menghindari risiko tumpah yang dapat merusak fasilitas perpustakaan.
Dengan adanya kebijakan ini, UPT Perpustakaan UNDIP berharap kenyamanan belajar mahasiswa semakin meningkat, selaras dengan terjaganya kesehatan fisik mereka. (Perpus UNDIP/ANF)