UNDIP Luncurkan Layanan RapidILL: Akses Cepat ke Jurnal dan Buku Internasional untuk Sivitas Akademika

UNDIP, Semarang (29/1) – Kabar gembira bagi para mahasiswa pejuang tugas akhir, dosen hingga peneliti di lingkungan Universitas Diponegoro, UPT Perpustakaan dan Undip Press menghadirkan layanan RapidILL (Rapid Interlibrary Loan). Layanan ini memungkinkan sivitas akademika untuk mendapatkan artikel jurnal, e-journal, hingga bab buku (book chapter) dari penerbit internasional ternama yang tidak masuk dalam daftar langganan rutin universitas. RapidILL adalah sistem pinjam-meminjam antar-perpustakaan skala global yang sangat efisien.

Amira Larasati Khairunnisa, A.Md.S.I., pustakawan UPT Perpustakaan UNDIP, mengungkapkan layanan ini dirancang khusus bagi mahasiswa, dosen, ataupun peneliti yang membutuhkan artikel jurnal internasional, e-journal, maupun book chapter dari internasional yang tidak tersedia dalam langganan UNDIP.

“Layanan RapidILL ini membantu peneliti maupun civitas akademika untuk mengakses jurnal maupun book chapter dari publisher internasional yang sebelumnya tidak dapat diakses. Dengan memanfaatkan RapidILL, sivitas akademika UNDIP dapat mengajukan permintaan artikel atau bab buku dari berbagai penerbit internasional secara cepat dan mudah,” ujarnya.

Proses pengajuan dilakukan melalui formulir daring yang dapat diakses dengan memindai QR Code yang tersedia pada poster atau langsung mengunjungi tautan resmi: https://linktr.ee/perpus.undip. Salah satu keunggulan layanan ini adalah kecepatannya, waktu pemrosesan yang relatif singkat, dengan hasil permintaan minimal dapat diperoleh dalam 2×24 jam khusus untuk sivitas akademika UNDIP.

Suwondo, S.Hum., M.Kom., selaku Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press mengatakan dengan adanya layanan RapidILL ini, diharapkan produktivitas riset dan publikasi ilmiah di UNDIP semakin meningkat, sejalan dengan visi universitas.

Dengan akses referensi yang tanpa batas, semoga kualitas publikasi ilmiah dan produktivitas riset sivitas akademika UNDIP semakin meningkat di kancah internasional, dan tidak ada lagi hambatan dalam merailh ilmu pengetahuan dunia,” pungkasnya. (Perpus UNDIP/ANF)