UNDIP, Semarang (29/1) – UPT Perpustakaan dan UNDIP Press turut berkomitmen dalam isu kesehatan nasional melalui peringatan Hari Kusta Sedunia 2026. Mengusung semangat kepedulian, UNDIP mengajak masyarakat luas untuk memandang kusta bukan sebagai kutukan, melainkan penyakit yang dapat disembuhkan secara medis sepenuhnya.
Tema resmi Hari Kusta Sedunia 2026 adalah “Kusta dapat disembuhkan, tantangan sebenarnya adalah stigma”, menegaskan bahwa kusta adalah penyakit yang dapat sembuh total dengan pengobatan antibiotik sederhana dan gratis melalui Multi-Drug Therapy (MDT). Penyakit ini jika pengobatan dilakukan sejak dini, tidak akan ada komplikasi permanen dan penularan dapat dicegah secara signifikan. Namun, stigma menjadi penghalang utama yang membuat banyak orang menyembunyikan gejala.
Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menghormati para penyintas, sekaligus memutus rantai diskriminasi yang selama ini masih membayangi penderita kusta di Indonesia.
“Edukasi yang berbasis ilmu pengetahuan diharapkan mampu meluruskan berbagai mitos tentang kusta sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila menemukan gejala awal,” ungkap Sugeng Priyanto, S.S., M.IP, selaku pustakawan ahli muda UPT Perpustakaan dan UNDIP Press.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya edukasi berbasis keilmuan, UNDIP menyediakan akses terbuka terhadap berbagai kajian ilmiah mengenai kusta melalui Repositori UNDIP. Repositori Undip dapat diakses melalui link berikut: https://eprints2.undip.ac.id/
Lebih lanjut Sugeng mengatakan beragam karya ilmiah, mulai dari skripsi, tesis, disertasi, hingga artikel penelitian, membahas kusta dari berbagai perspektif keilmuan, seperti kesehatan masyarakat, kedokteran, keperawatan, sosial budaya, hingga kebijakan kesehatan. Akses terhadap repositori ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, peneliti, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum sebagai sumber rujukan yang kredibel dalam memahami kusta secara komprehensif dan ilmiah.
Dengan semangat Hari Kusta Sedunia 2026, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadi agen perubahan dan aktif mendukung eliminasi kusta melalui edukasi, deteksi dini, dan penghapusan stigma, agar tidak ada lagi penderita yang terhalang mendapatkan pengobatan karena rasa takut.
Keberhasilan eliminasi kusta di Indonesia sangat bergantung pada keberanian kita untuk peduli, mengedukasi diri sendiri, dan memastikan tidak ada lagi penderita yang terhalang mendapatkan hak kesehatannya. (Perpus UNDIP/ANF)