UNDIP, Semarang (29/12) – Istilah “nongkrong” biasanya identik dengan kafe atau pusat perbelanjaan. Namun, bagi mahasiswa Universitas Diponegoro, tren nongkrong kini bergeser ke arah yang lebih produktif. UPT Perpustakaan dan UNDIP Press kini menjadi pilihan untuk tempat “Nongkrong Pintar”, sebuah konsep di mana aktivitas santai bertemu dengan semangat intelektual.
Tidak hanya sekadar tempat mencari referensi tugas akhir, tetapi mahasiswa dapat menghabiskan waktu dengan cara yang lebih bermakna. UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menyediakan ruang-ruang diskusi yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar bersama atau berbagi ide tanpa mengganggu ketenangan pengunjung lain.
Fasilitas Wi-Fi berkecepatan tinggi dan akses e-journal internasional menjadikan sesi belajar menjadi lebih efektif. Belajar tidak lagi terasa beban, tetapi menjadi gaya hidup dengan berbagai fasilitas yang telah disediakan. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan waktu nongkrong untuk menyelesaikan draf penelitian dan tugas kuliah, hingga menulis karya-karya fiksi seperti cerpen dan puisi.
Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom., mengatakan dengan berbagai program, layanan, dan fasilitas yang dimiliki oleh perpustakaan UNDIP, perpustakaan bukan lagi tempat mencari buku, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, berkembang, serta ruang untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif.
Jadi, jangan heran jika melihat perpustakaan kini lebih ramai dibandingkan kantin, karena di sinilah tempat di mana masa depan sedang dirancang melalui secangkir semangat, tumpukan ilmu, dan ide-ide kreatif para pemustaka. Yuk, manfaatkan Perpustakaan UNDIP sebagai ruang favoritmu. Datang, baca, belajar, dan rasakan serunya nongkrong pintar di perpustakaan. (Perpus UNDIP/Kontributor: FA)