Pojok Kartini UPT Perpustakaan dan UNDIP Press: Terangnya Peran Ibu

UNDIP, Semarang (22/12) – Hari Ibu menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali peran besar perempuan dalam menyalakan cahaya pengetahuan. Sosok R.A. Kartini hadir sebagai simbol bahwa perubahan besar lahir dari kebiasaan sederhana yaitu membaca buku. Melalui literasi, Kartini membuktikan bahwa perempuan mampu berpikir kritis dan berani menyuarakan gagasan di tengah keterbatasan zamannya.

Pojok Kartini UPT perpustakaan dan UNDIP Press merupakan bentuk apresiasi terhadap peran Kartini dalam pengembangan perempuan Indonesia, menjadi ruang yang diisi dengan koleksi buku, majalah, dan bahan bacaan lainnya yang berfokus pada karya, pemikiran, serta kontribusi Kartini dan para tokoh perempuan lainnya dalam sejarah Indonesia. Pojok Kartini menjadi layanan perpustakaan yang fokus pada koleksi buku dan materi terkait Raden Ajeng Kartini. Layanan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan pengetahuan baru tentang tokoh emansipasi wanita ini, serta memperluas pemahaman tentang peran perempuan dalam sejarah Indonesia. 

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi bukti nyata bahwa literasi mampu melahirkan perubahan. Dari halaman-halaman buku, Kartini menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan tentang pendidikan dan peran perempuan. Nilai tersebut sejalan dengan fungsi perpustakaan sebagai jantung akademik kampus tempat ilmu dan pengetahuan dibagikan serta dikembangkan.

Dalam menyambut Hari Ibu tahun 2025, peran perempuan sekaligus ibu dan perpustakaan bertemu dalam satu benang makna. Keduanya adalah cahaya pengetahuan,  ibu menjadi pendidik pertama yang menyalakan rasa ingin tahu di rumah, sementara perpustakaan hadir sebagai ruang belajar lanjutan yang membuka jendela dunia. Ketika budaya membaca tumbuh dari keluarga hingga kampus, semangat literasi akan terus hidup, berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Selamat Hari Ibu, dari halaman-halaman buku Kartini hingga sudut-sudut UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, cahaya literasi terus menyala. Menjadi pengingat yang indah bahwa di balik setiap langkah kemajuan, selalu ada peran ibu dan kekuatan membaca yang menerangi jalan menuju masa depan,” tutur Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom. (Perpus UNDIP/Kontributor: AIK)