Oleh Sudaryono (17 Juni 2000 / FS)

Abstraksi

 Otoritas bahasa Berimplikasi Terhadap penuturanNya.Jika otoritas bahasa di pegang oleh Negara,maka proses perubahan dapat terjadidalm waktu tidak terlalu lama asal didukung oleh masyarakat sebagai pemakai bahasa.

Dalam suatu negara yang otoritas bahasa dipegang oleh masyarakat seperti yang terjadi di Inggris dan Amerika Serikat,minoritas kreatif menawarkan kebijakan perencanaan bahasa dengan mempertimbangkan pengetahuan kebahasaan dan knyataan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.Negara mengakomodasi dan meresmikan bahasa yang dipakai oleh masyarakat.Di Indonesia Otoritas bahasa ada di tangan Negara,hal ini terlihat dengan diresmikanNya Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa pada tahun 1975.Dewasa ini berkambang dua kelompok besar pandangantentang bahasa.Kelompok pertama menganggap bahsa sebagai system kaidah yang otonom, statis, tertutup dan universal.Kelompok kedua merumuskan bahasa sebagai fenomena kemasyarakatan.

Bahasa bukan saja merupakan instrument untuk berkomunikasi tetapi juga mendefinisikan kehidupan itu sendiri,makna terbantuk secara konvesional dan terkodivikasikan kedalam kamus bahasa.

Bahasa dapat dipakai untuk membaca keadaan,plesetan sebagai proses untuk menghasilkan implikatur dapat di anggap masyarakat untuk menolak wacana untuk mencabut legitimasiNya.(SP)

 Kata kunci: Otoritas bahasa, implikatur

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/276/