Oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

WORLD OF INFORMATION, LIBRARY, & Learning (WILL) ke-6

Sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150099097589722

What is a need?  Kebutuhan adalah apa-apa yang diingin manusia untuk keperluan hidupnya, sejauh kebutuhan itu pokok, bermanfaat, atau kenikmatan, seperti makanan, minuman, mobil ,buku, dsb-dsb. Manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai kebutuhan, baik primer, sekunder, ataupun tertier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dsb. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan tambahan (bukan kebutuhan utama) yang membuat hidup manusia lebih nyaman dan menyenangkan, seperti televisi, radio, VCD/DVD player, telepon, mobil, dsb. Bagi sekelompok orang, kebutuhan sekunder dapat menjadi kebutuhan primer, seperti televisi, mobil, dan telepon. Bagi sekelompok yang lain, karena sesuatu hal, kebutuhan sekunder tidak bisa dipenuhi. Sedangkan kebutuhan tertier ialah kebutuhan pelengkap yang tidak harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk memenuhi hobbi (kesenangan) seperti berkebun, memancing, panjat tebing, renang, menyelam, dsb.

Abraham Maslow, seorang pakar psikologi, membuat lima ranking kebutuhan manusia, dari bawah ke atas, dari mendasar ke kurang mendasar, secara urut sebagai berikut: 1. Kebutuhan phisiologis (physiological need) yaitu kebutuhan tubuh seperti makanan, minuman, seksual, dsb.; 2. Kebutuhan keselamatan (safety need) yaitu kebutuhan manusia untuk selamat, aman, tentram, dsb.; 3. Kebutuhan berteman (affiliation need) ialah sosial manusia untuk berteman, berhubungan, mencintai-dicintai, dan bergabung dengan orang lain; 4. Kebutuhan penghargaan (esteem need) adalah kebutuhan manusia untuk dihargai, dihormati, dipercaya, dan diperhatikan orang lain, dan 5. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualisation need) yaitu kebutuhan manusia untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi dirinya.

Bagaimana dengan informasi? Termasuk kategori kebutuhan apa? Informasi merupakan kebutuhan pokok bagi semua manusia yang masih hidup di mana saja dan kapan saja, apa pun agama, bangsa, jabatan, dan status sosialnya. Manusia membutuhkan informasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik primer, sekunder, ataupun tertier. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia membutuhkan informasi tentang nama suatu barang, fungsi barang, harga barang, tempat barang diperoleh, cara memperoleh barang, cara mengolah barang, dsb-dsb. Untuk memenuhi kebutuhan phisiologis (physiological need), manusia membutuhkan informasi tentang bagaimana cara memasak makanan, menyiapkan minuman, cara membuat pakaian, rumah dsb-dsb. Untuk memenuhi kebutuhan keselamatan (safety need), manusia membutuhkan informasi tentang bagaimana memperoleh keamanan dan keselamatan, di mana, kapan, dsb.  Untuk memenuhi kebutuhan  berteman (affiliation need), manusia membutuhkan informasi tentang orang lain atau kelompok lain, di mana, kegiatannya apa, cara berteman, dsb. Untuk memenuhi kebutuhan penghargaan (esteem need), manusia membutuhkan informasi tentang bagaimana agar dihargai orang lain dan menghargai orang lain, dsb. Untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (self-actualisation need), manusia membutuhkan informasi tentang ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang digunakan untuk aktualisasi diri, juga cara mengaktualisasikan diri, dsb.

Selanjutnya muncul pertamaan, “What is information needs?” Belkin (1982:62), di “ASK for information retrieval: Part I. background and theory”. in Journal of Documentation, 38(2), menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut, “An information need arises from recognized anomaly in the user’s state of knowledge concerning some topic or situation and that, in general, the user is unable to specify precisely what is needed to resolve that anomaly” (Kebutuhan informasi muncul dari keanehan/keganjilan di benak pengguna pengetahuan yang berkaitan dengan topik atau situasi tertentu, yang secara umum, pemakai tidak mampu secara tepat menegaskan bahwa apa yang dibutuhkan itu dapat memecahkan keanehan/keganjilan tsb). Contoh dari definisi Belkin tersebut adalah informasi tentang pelaku dan cara kejahatan, yang dibutuhkan oleh seorang polisi. Dalam benak polisi terdapat keanehan/keganjilan, yang berupa pertanyaan siapa pelaku kejahatan, mengapa berbuat jahat, bagaimana melakukannya, dsb. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab dengan informasi yang tepat.

Kebutuhan informasi (information need) berkaitan erat dengan fungsi dan manfaat informasi (function and use of information, sebagaimana dibahas pada WILL seri ke-5 yang lalu). Dengan kata lain, kebutuhan informasi seseorang tergantung pada manfaat informasi bagi dirinya di sektor kehidupan yang digelutinya. Misalnya, seorang pedagang membutuhkan informasi di sektor ekonomi tentang harga barang, jenis barang, jumlah barang, sumber barang, dsb. Selain itu, kebutuhan informasi seseorang tergantung pada fungsi informasi itu sendiri. Misalnya, informasi yang berfungsi untuk menyegarkan situasi atau untuk hiburan (Refresh situation or for entertainment) dibutuhkan oleh hampir semua orang, terutama mereka yang sedang “stress”. Informasi yang berfungsi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Develop science and technology) dibutuhkan siswa, mahasiswa, guru, dosen, pustakawan, peneliti, dan sebagainya. Selain tersebut di atas, kebutuhan informasi juga mempertimbangkan ilmu, ketrampilan, kemauan (cita-cita), waktu, tempat, kondisi, agama, negara, sekolah, budaya, bahasa, hukum, dsb-dsb.