Oleh: Wahid Nashihuddin SIP.

Sumber : http://pustaka1987.wordpress.com/2011/03/07/marketing-library-service-effectively-planing-and-strategy/

Prakata

Tulisan ini merupakan ulasan singkat yang disitir dari karya Helen dan Bridget (1997) yang berjudul “How to Market Your Library Service Effectively”, di dalamnya tersirat tentang pengetahuan dan opini baru dalam hal proses bisnis di  perpustakaan, yang kegiatannya terdiri dari jasa dan produk layanan. Setiap kegiatan perpustakaan asalkan ada out put-nya pasti bisa dijual ke masyarakat, dengan syarat produk tersebut berkualitas dan dibutuhkan oleh penggunanya.

Beberapa strategi dan tahap perencanaan diuraikan secara terperinci dan sistematis dalam buku ini. Konsep manajemen ilmu perpustakaan sebagai lembaga nirlaba dipadukan dengan konsep manajemen bisnis lembaga komersial (industri). Sejalan dengan proses hingga sampai tahap implementasi, tergantung bagaimana cara perpustakaan memasarkan jasa layanannya, apakah secara main-main atau serius, dan semua itu pasti ada hasilnya! Dalam teori ini diperkenalkan bagaimana langkah dan strategi yang mendasar marketing misalnya diajarkan untuk memahami customer focus, business development, and relation marketing

Marketing is fun, marketing is about thriving in difficult times, begitulah katanya sang penulis pada pembuka bahasannya. Kegiatan marketing ini memang susah dilakukan tapi mudah direncanakan, untuk itu diperlukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan hasilnya. Dengan sedikit kesusahan dan tantangan, serta diimbangi dengan banyaknya perbaikan, membuat visi dan misi kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar.

Promosi dalam hal ini adalah pintu utama untuk akses keluar untuk menyebarkan luaskan hasil jasa dan produk layanan agar dikenal pengguna. Sedangkan pengguna adalah konsumen kita, maka kita harus tau apa yang dibutuhkan mereka. Target dari marketing library service ini adalah kepuasan pengguna dalam memanfaatkan jasa layanan yang kita tawarkan. Untuk itu, selain perpustakaan melaksanakan fungsi pendidikan dan pelestarian, kita juga dapat menjalankan fungsi marketable, agar nantinya mampu bersaing dengan lembaga penyedia jasa informasi lainnya.

What is Marketing?

Banyak definisi dari istilah marketing, diantaranya; 1) marketing is 90% common sense; 2) marketing is state of mind wich informs corporate priorities, dan 3) marketing is establishing a competitive edge (Helen dan Bridget,1997:2). Jadi, marketing adalah proses pertanggung-jawaban manajemen untuk mengindentifikasi, mengantisipasi, dan memuaskan kebutuhan pengguna/pelanggan yang menghasilkan suatu keuntungan (profit) bagi lembaganya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan marketing antara lain:

  1. Meneliti dan menganalisis keberadaan tempat yang menjadi target layanan LIS (Library and Information Services)
  2. Mengidentifikasi dari setiap kebutuhan yang menjadi bagian dari tempat marketing
  3. Menganalisis kekuatan dan kelemahan LIS dari berbagai sumber, baik dari segi personal maupun lokasi tujuan
  4. Memahami kompetisi
  5. Membuat penawaran (layanan dan produk) yang telah menjadi kekuatan internal untuk melayani kebutuhan pengguna yang lebih spesifik
  6. Menetapkan penawaran terhadap pelanggan yang potensial
  7. Memonitoring dan mengukur kepuasan pengguna dengan ketersedian layanan, melakukan evaluasi dari hasil yang telah diperolehnya.

Sebagai contoh, menganalisis koleksi dan data yang terkait dengan pengguna jasa dan kompetitor yang akan digunakan  sebagai strategi marketing. Dengan ketentuan, hanya ada satu kesempatan dan kegiatannya itu harus selalu up to date dalam kurun waktu 2-3 tahun. Sebagai pedoman penyusunan rencana awal, tetapi kegiatannya terus selalu dimonitor agar bisa efektif hasilnya. Strategi tersebut berlaku sampai adanya penawaran dari pelanggan kita, serta produk yang kita tawarkan dapat terjual.

Oleh karena itu, dalam menjual produk layanan kita harus bersikap objektif dengan kualitas yang sebenarnya. Istilah yang tepat kita gunakan untuk mengetahui kualitas layanan dan produk yang kita tawarkan dikenal dengan SMART, yaitu Simple (sederhana), Measurable (terukur), Achievable (terjangkau), Realistic (praktis), and Timeable (sesuai waktunya).

Selain itu, kita sebagai petugas harus selalu siap menghadapi segala tantangan, dalam proses bisnis kemungkinan resiko untung dan rugi pasti ada, untuk itu kita harus berhati-hati dan selalu kooperatif dengan pelanggan. Memasarkan setiap jasa dan produk layanan semuanya harus direncanakan dengan baik dan terukur, maksudnya jelas kualitas produknya dan jelas sasarannya. Bila dari manajemen dan teknis pemasaran sudah siap, hal itu tentunya tidak perlu ditakuti lagi. Kita harus mencoba marketing ini, jika berhasil kita harus meningkatkan kualitas produknya, tetapi jika gagal kita evaluasi bersama dan secepatnya dicarikan solusinya.

Siapapun target kita, prinsipnya kita tetap fokus pada kebutuhan pelanggan (customer). Beberapa hal yang harus kita siapkan dan pastikan dalam perencanaan marketing ini yaitu:

1.      Standar pendukung pelayanan

2.      Standar perilaku pelanggan, khususnya saat kita bertransaksi

3.      Perangkat evaluasi kinerja

4.      Standar pelatihan keterampilan staf sebagai marketer

5.      Program pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna/pelanggan.

Karena banyak pelanggan yang meminta jaminan dan hak pelayanan dari setiap  jasa dan produk layanan, apakah program-program pendukung yang kita tawarkan sudah bisa memenuhi harapan mereka.

Marketing Planing

Setiap kegiatan sewajarnya dimulai dari perencanaan yang matang, kemudian dilanjutkan dengan strategi pelaksanaannya. Perencanaan strategi ini hanya berlaku jangka pendek, untuk itu perlu  untuk mengambil suatu analisis keputusan yang bijaksana, dimulai dari sistem pendukung hingga sampe ke tahap implementasi kegiatan.  Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana strategi ini yaitu:

1. Product, bagaimana memberikan pelayanan yang benar sesuai dengan fungsi yang dikehendaki disaat memenuhi kebutuhan pengguna

2. Price, memilih harga dari setiap tarif layanan yang sesuai dengan kualitas dan kondisi saat ini (daya beli konsumen)

3. Place, bagaimana menyediakan tempat pelayanan yang nyaman bagi pengguna

4. Promotion, kegiatan mengkomunikasikan jasa layanan yang sesuai dengan karakterisitik dan image pengguna

Marketing Strategy

Strategi ini bertujuan untuk menghindari adanya ketidaksenangan pelanggan yang dilayaninya. Bagaimana agar produk kita mempunyai nilai jual yang tinggi, bagaimana pelanggan agar selalu tertarik dengan produk yang kita tawarkan, dan seberapa besar profit yang kita dapatkan dari penjualan produk? Begitu juga halnya dengan perpustakaan yang akan memasarkan produk kemasan informasinya, tentunya sudah melihat siapa konsumennya dan nilai jual kemasannya? Ada enam strategi yang perlu diterapkan dalam proses bisnis marketing ini, diantaranya:

1.      Menetapkan perangkat marketing secara objektif (set objectives)

2.      Mengecek alat kelengkapan strategi secara keseluruhan (device overall strategy)

3.      Menyiapkan rencana pelaksanaan pendukung (suppoting action)

4.      Mengimplementasikan rencana kegiatan (implement the plans)

5.      Memonitoring kesuksesan dan evaluasi hasil kegiatan

6.      Memodifikasi Rencana

Sebagai contoh, perpustakaan menerima jasa layanan penelusuran prima, dengan tugas mencarikan sumber literatur dari luar instansi, baik bekerjasama silang layan perpustakaan maupun pembelian dengan pihak penerbit. Karena keterbatasan koleksi yang tersedia di Perpustakaan yang diminta pengguna, maka sudah kewajiban petugas untuk mencarikannya. Strateginya bisa menggunakan fasilitas pemesanan melalui database online (e-mail) atau via pos, tinggal pilih mana yang lebih efektif! Silan layan atau beli ke penerbit buku. Jika kita memang sudah membangun kerjasama dengan penerbit atau perpustakaan lain, hal tersbeut akan mudah dilakukan, dan akhirya pengguna/pelanggan pun merasa puas dengan jasa penelusuran literatur yang dicarinya.

Penutup

Mengenai kebutuhan pengguna/pelanggan (customer), kita bisa menganalisis dari setiap permintaan yang mereka inginkan. Tugas perpustakaan adalah menyediakan sumber-sumber literatur (dengan berbagai bentuk jasa/produk kemasan informasinya) untuk keperluan mereka. Kita bisa mengolah informasi menjadi paket-paket informasi yang mempunyai daya tawar dan nilai jual yang lebih tinggi.  Sebagai lembaga non-profit, perpustakaan tidaklah salah melakukan hal tersebut, tetapi justru memberikan peluang”emas” bagi perkembangan lembaganya. Jika industri bisa, mengapa kita tidak! sebatas kita tidak melanggar hukum, dan kita bisa mengelola dan mengembangkan jasa dan produk layanan kita  dengan baik. Jadi, intinya bahwa kunci keberhasilan marketing library ini adalah;

1.      Assess (menilai); lihat peluang, berani berkompetisi dan membuat prediksi

2.      Plan; Siapkan perangkat objektifnya, pembagian tugas, alokasi pertanggungjawaban

3.      Implement; melaksanakan rencana dan memanfaatkan sumber daya (staf)

4. Evaluate; membandingkan hasil pencapaian target dan memberikan saran perbaikan

5. Start over again; segeralah bertindak..!!!

 

Reference:

Coote,Helen dan Bridget Batchelor. 1997. How to Market Your Library Service Effectively (Second Edition). London: ASLIB;The Association For Information Management.