Oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

Seri: WORLD OF INFORMATION & LIBRARY (WIL)

Sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=494919859721

 

Pada kajian WIL pertama yang lalu telah sedikit dibahas pengertian fakta, data dan informasi. Fakta adalah kenyataan yang ada, baik yang material (material thing) maupun tidak material (immaterial thing). Data merupakan fakta-fakta atau rangkaian simbol yang disifati, dikuantifikasi, dan atau diolah sehingga lebih bermakna. Pada intinya informasi merupakan data bermakna yang tersebar (disampaikan) ke orang/lembaga lain dengan latar belakang dan tujuan tertentu. Misalnya; manusia adalah fakta; jumlah manusia laki-laki dan perempuan adalah data; jumlah mahasiswa dan mahasiswi di suatu perguruan tinggi yang dilaporkan ke Dirjen Dikti (Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi) merupakan informasi.

Dari segi wujudnya, informasi dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. Vocal information, yaitu informasi dalam bentuk suara atau ucapan seseorang, misalnya suara peluit, suara berita radio, ceramah seseorang, dsb.;
  2. Pictorial information, yaitu informasi dalam bentuk gambar, baik gambar bergerak (film, animasi, dsb.) atau tidak bergerak (photo, gambar, peta, dsb.).;
  3. Textual information, yaitu informasi dalam bentuk tulisan (teks), seperti tulisan-tulisan di buku, majalah, surat kabar, internet, dsb.;
  4. Numerical information, yaitu informasi dalam bentuk angka-angka, yang berupa jumlah-jumlah, penghitungan statistic, table, dsb.

Dari segi nilai, informasi bisa dibagi menjadi dua, yaitu informasi yang baik (halal) seperti ucapan atau tulisan yang baik dan benar, dan informasi yang buruk (haram) yaitu informasi yang tidak benar (bohong, menipu). Dari segi penyampai dan penerima, informasi dibagi menjadi informasi subyektif dan obyektif.

 Kajian seri kedua ini masih melanjutkan pengertian terminology-terminologi tersebut dengan membahas istilah news dan knowledge. Chaim Zins (2007: 479–493) menulis sebuah artikel jurnal yang sangat bagus, yang berjudul “Conceptual approaches for defining data, information, and knowledge”. Artikel tersebut memuat sekitar 130 definisi dari data, information, dan knowledge yang diformulasikan oleh 45 sarjana. Dua di antara banyak definisi tersebut adalah (2007:483-484):

  1. According to H.M. Gladney:

Data are representations of facts about the world. Information is data organized according to an ontology that defines the relationships between some set of topics. Information can be communicated. Knowledge is a set of conceptual structures held in human brains and only imperfectly represented by information that can be communicated. Knowledge cannot be communicated by speech or any form of writing, but can only be hinted at.

  1. According to Donald Hawkins:

Data are facts and statistics that can be quantified, measured, counted, and stored. Information is data that has been categorized, counted, and thus given meaning, relevance, or purpose. Knowledge is information that has been given meaning and taken to a higher level. Knowledge emerges from analysis, reflection upon, and synthesis of information. It is used to make a difference in an enterprise, learn a lesson, or solve a problem.

Menurut Gladney, data merupakan penampilan fakta tentang dunia, misalnya tentang manusia. Fakta manusia dapat ditampilkan dengan sifatnya, yaitu laki-laki dan perempuan. Gladney juga menegaskan bahwa informasi merupakan data yang terorganisir menurut hubungan tertentu, yang dapat dikomunikasikan ke pihak lain. Contohnya, jika manusia laki-laki dan perempuan dihubungkan dengan angka (jumlah) di suatu tempat, lalu disampaikan ke pihak lain, maka itulah merupakan informasi. jumlah mahasiswa dan mahasiswi di suatu perguruan tinggi yang dilaporkan ke Dirjen Dikti (Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi) merupakan suatu informasi.

Namun menurut Hawkins, data adalah fakta atau statistik yang dapat dikuantifikasi (di-angka-kan), diukur, dihitung, dan disimpan. Sedangkan informasi adalah data yang dikategori (diklasifikasi), dihitung, dan dengan demikian menjadi bermakna, relefan, dan mempunyai tujuan. Fidel (2007) menyebutkan, dalam artikel jurnal di atas, “information is data that are communicated, have meaning, have an effect, have a goal”. Contoh data adalah jumlah uang di bank, yaitu fakta uang yang disifati dengan angka, yang diukur dan dihitung, lalu disimpan di bank. Sedangkan contoh informasi adalah jumlah uang tabungan di bank yang dikomunikasikan oleh pihak bank kepada penabung.

Informasi sering disamakan dengan berita (news). Berita sesungguhnya merupakan informasi, yaitu informasi yang belum pernah didengar atau dilihat (dibaca) sebelumnya, yang menarik perhatian, dan yang mengejutkan, misalnya berita-berita di surat kabar, televisi, radio, atau berita yang disampaikan langsung oleh seseorang.

Pengetahuan (knowledge) merupakan kelanjutan pembahasan tentang informasi, sehingga lebih bermakna. Gladney menyatakan bahwa pengetahuan adalah seperangkat struktur konseptual dalam otak manusia, yang ditampilkan dalam bentuk informasi sehingga dapat dikomunikasikan. Dia menegaskan, pengetahuan tidak dapat dikomunikasikan, tetapi hanya dapat diisaratkan (ditunjukkan), dengan ucapan (lisan) atau bentuk tulisan. Jadi, pengetahuan adalah informasi di otak manusia yang diisaratkan dengan lisan atau tulisan.

 Hawkins berpendapat bahwa pengetahuan adalah informasi yang telah diberi makna sehingga menempati posisi yang lebih tinggi (dari pada informasi). Pengetahuan dibangun dengan analisis, refleksi, dan sintesis informasi. Pengetahuan digunakan untuk membedakan dalam menginterpretasi, mempelajari suatu mata pelajaran, atau memecahkan suatu masalah. Jadi, karena level yang lebih tinggi, pengetahuan dapat digunakan untuk mempelajari sesuatu atau memecahkan masalah. Sedangkan Fidel menyatakan bahwa pengetahuan itu pola pikir (kognitif) seseorang yang memungkinkan manusia untuk menggunakan informasi (Knowledge is a personal/cognitive framework that makes it possible for humans to use information).

Akhirnya, jika diurutkan dari bawah ke atas, dari bernilai ke lebih bernilai, maka urutannya sebagai berikut: fakta, data, informasi atau berita, dan pengetahuan. Namun demikian, urutannya bias juga digambarkan dalam skema berikut:

 

 

                                                                       —> Knowledge

F a c t  —-> D a t a —> Information                   I

                                                                       —> N e w s

Skema tersebut menunjukkan urutan atau alur perjalanan (lihat anak panah) terminologi-terminologi tersebut. Artinya, dimulai dari fakta, lalu data, terus informasi; informasi dapat masuk ke dalam berita dan pengetahuan. Berita dan pengetahuan berisi informasi. Pengetahuan dapat menjadi berita, sedangkan berita dapat menjadi sumber pengetahuan.