UNDIP, Semarang (2/5) – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan setiap 2 Mei bukan sekadar seremoni mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, melainkan menjadi pengingat bahwa pendidikan tanpa literasi yang kuat adalah pohon tanpa akar.
“Esensi pendidikan adalah kemerdekaan berpikir. Merdeka dalam konteks masa kini berarti memiliki kemampuan memilah kebenaran di tengah hiruk-pikuk disinformasi. Literasi bukan lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan mentransformasi informasi menjadi solusi nyata,” ungkap Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom.
Lebih lanjut ia mengatakan merayakan Hardiknas berarti memperkuat komitmen untuk terus produktif. Pendidikan yang berkualitas lahir dari tradisi riset yang didokumentasikan secara sistematis.
“Mari kita jadikan setiap riset sebagai buku, dan setiap pemikiran sebagai inspirasi. Inilah cara kita benar-benar menghormati warisan Ki Hadjar Dewantara dengan memastikan api pengetahuan terus menyala melalui tulisan yang berkualitas,” pungkasnya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026! Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. (Perpus UNDIP)