UNDIP, Semarang (19/2) – Memasuki bulan suci Ramadhan, suasana akademik Universitas Diponegoro tetap menunjukkan aktivitas akademik seperti biasanya. Banyak mahasiswa yang justru berkunjung ke UPT Perpustakaan dan UNDIP Press untuk menunggu berbuka puasa. Ngabuburit Produktif ini menjadikan perpustakaan sebagai basecamp favorit. Fasilitas ruang baca yang sejuk, akses internet cepat, serta koleksi literatur yang lengkap menjadi alasan utama mahasiswa tetap mampu menjaga konsentrasi di tengah ibadah puasa.
Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Kom., M.Kom., menyampaikan meskipun terdapat penyesuaian jam operasional selama bulan puasa, pelayanan administrasi dan sirkulasi buku tetap berjalan. Perpustakaan UNDIP tetap memastikan seluruh fasilitas dapat diakses dengan optimal oleh seluruh sivitas akademika.
“Mahasiswa memanfaatkan waktu tunggu berbuka puasa dengan menyelesaikan kewajiban akademik. Kami berkomitmen menyediakan lingkungan yang kondusif agar ibadah puasa tidak menjadi penghalang prestasi dan tetap memberikan pelayanan prima selama bulan suci,” terangnya.
Beberapa faktor yang menjadikan perpustakaan menarik dan pilihan mahasiswa untuk menghabiskan waktu di bulan puasa antara lain ruang baca yang tenang membantu mahasiswa berkonsentrasi lebih baik, akses e-journal dan koleksi buku membantu mahasiswa bersemangat mengerjakan tugas kuliah, ketersediaan tempat ibadah (mushola) yang bersih di dalam area perpustakaan memudahkan mahasiswa menjalankan salat fardu tepat waktu tanpa harus meninggalkan area belajar, dan ruang diskusi menjadi area kolaborasi untuk diskusi kelompok yang lebih santai.
Komitmen UPT Perpustakaan dan UNDIP Press ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual.
Shafa, pemustaka dari Fakultas Ilmu Budaya mengaku lebih memilih berada di perpustakaan daripada di kos.
“Kalau di kos bawaannya mau tidur terus karena puasa. Di perpustakaan, melihat teman-teman lain serius belajar, saya jadi ikut semangat. Anggap saja ngabuburitnya cari ilmu,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, Perpustakaan bukan sekadar tempat mengakses kebutuhan bacaan, melainkan menjadi ruang terbaik untuk menunggu waktu berbuka (ngabuburit) dengan cara yang bermanfaat. (Perpus/UNDIP)
