UNDIP, Semarang (2/3) – Mengisi waktu tunggu berbuka puasa (ngabuburit) dengan kegiatan bermanfaat kini menjadi tren di lingkungan Universitas Diponegoro selama bulan Ramadhan. UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menghadirkan program inovatif bertajuk “Ngabuburit Nulis: Merangkai Kata Sambil Menunggu Buka”, sebuah wadah kreatif bagi civitas akademika untuk tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa pada Jumat (27/3) di Ruang Meeting TGCL Lantai 1 UPT Perpustakaan dan UNDIP Press.
Hanang, salah satu peserta Ngabuburit Nulis menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat mengubah kejenuhan menunggu waktu Maghrib menjadi momen melahirkan karya tulisan yang inspiratif.
“Program Ngabuburit Nulis bukan sekadar ajang berkumpul saja, melainkan sesi intensif yang memandu peserta dalam teknik menulis kreatif, mulai dari journaling, menulis puisi, hingga cerita pendek. Dengan diskusi santai mengenai buku dan tulisan menjadi hal yang istimewa bagi peserta. Ditambah lagi suasana perpustakaan yang tenang dan koleksi referensi yang melimpah, peserta diajak untuk mengeksplorasi ide-ide segar dalam suasana yang hangat dan terarah,” ungkapnya.
“Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang berbeda di perpustakaan. Ngabuburit tidak harus selalu identik dengan jalan-jalan sore, tetapi bisa diisi dengan merangkai gagasan. Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press mengajak mahasiswa agar tetap produktif. Literasi harus semakin kuat dan tidak boleh surut meski dalam kondisi berpuasa,” ujar Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, Suwondo, S.Hum., M.Kom.
Selain aspek edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar-mahasiswa dari berbagai fakultas. Dengan adanya program “Ngabuburit Nulis”, UPT Perpustakaan dan UNDIP Press terus berupaya menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap dunia kepenulisan sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan intelektual yang menyenangkan. (Perpus UNDIP)
