UNDIP, Semarang (13/2) – Menulis buku merupakan bentuk kebanggaan dan warisan intelektual bagi seorang pendidik. Semangat inilah yang diusung oleh UPT Perpustakaan dan UNDIP Press untuk menyelenggarakan Workshop Penulisan Buku Tahun 2026 Batch 1 dengan tema “Teknik Penulisan dan Penilaian Buku Ajar pada Rabu (12/2). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam menulis serta menilai buku ajar yang bermutu dan sesuai dengan standar akademik serta memberikan fasilitas pendampingan bagi dosen Universitas Diponegoro untuk dapat menerbitkan hasil riset dan pengabdian dalam bentuk buku.
Mewakili Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi, Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng. selaku Wakil Direktur Evaluasi dan Pengembangan Karier menyampaikan pesan yang mendalam bagi para peserta. Prof. Djaeni mengatakan bahwa kehadiran buku ajar yang berkualitas adalah kunci untuk menyajikan pengetahuan yang relevan bagi mahasiswa.
“Menulis bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sebuah warisan intelektual dan kebanggaan bagi seorang pengajar,” tutur Prof. Djaeni.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc., dalam materinya Prof. Munasik menyampaikan bahwa buku ajar merupakan buku yang disusun untuk mendukung proses pembelajaran pada suatu mata kuliah yang disusun berdasarkan RPS dan materi kuliah.
“Menulis buku bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari optimalisasi kinerja. Buku-buku yang dihasilkan adalah sset akademik dan buku merupakan luaran strategis dosen,” ungkapnya.
Lebih lanjut Prof. Munasik memberikan tips sukses menulis buku ajar antara lain dengan memahami klasifikasi buku akademik, memunuhi syarat pengakuan resmi buku ISBN, menguasai struktur buku ajar dan isinya. (Perpus UNDIP)
