UNDIP, Semarang (10/2) – Di tengah riuhnya digitalisasi informasi, sosok Haryani, S.Sos., M.IP. (Pustakawan Ahli Madya) UPT Perpustakaan dan UNDIP Press tetap setia berdiri di barisan terdepan literasi. Sebagai pustakawan, baginya perpustakaan bukan sekadar deretan rak berisi buku, melainkan sebuah “laboratorium peradaban”.
Haryani dikenal sebagai pustakawan yang sabar, hadir memberikan peta jalan bagi pemustaka. Menurutnya, pustakawan adalah pekerjaan mulia karena turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Menjadi pustakawan adalah panggilan jiwa. Kami bukan hanya menjaga fisik buku, tapi menjaga akses agar ilmu pengetahuan tetap mengalir kepada para pemustaka,” ungkap Haryani.
Menghadapi tantangan zaman, ia terus belajar mengikuti perkembangan ilmu. Ia menyadari bahwa pola konsumsi informasi telah berubah. Meski sering bekerja di balik layar, ketelitiannya dalam bekerja dan kesabaran dalam melayani pemustaka adalah bukti bahwa kemuliaan sebuah pekerjaan tidak diukur dari seberapa sering nama kita disebut, melainkan dari seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan.
“Ilmu adalah amanah. Membantu orang lain menemukan kunci pengetahuan adalah ibadah yang tidak ada putusnya. Pustakawan bertugas menjaga nyala pelita ilmu agar menjadi penerang bagi siapa saja,” tuturnya.
Kesetiaan dan dedikasinya dalam dunia literasi akhirnya berbuah manis. Raihan Anugerah Pegawai Terbaik Bidang III menjadi penghormatan atas kinerja luar biasa serta kontribusi besarnya bagi kemajuan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press. Selamat dan sukses, teruslah menjadi inspirasi!. (Perpus/UNDIP)
