Pers dan Perpustakaan: Jembatan Menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan

UNDIP, Semarang (9/2) –  Di tengah gempuran informasi digital yang tak terbendung, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti  maraknya hoaks dan disinformasi. Pers juga menjadi kompas kebenaran yang bersinergi erat dengan dunia perpustakaan untuk menjaga integritas data publik.

Pers dan perpustakaan memiliki tujuan yang sama, yakni menyediakan informasi yang valid, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks akademik dan kepustakaan, pers memiliki peran strategis sebagai mitra dalam membangun ekosistem informasi yang kredibel dan berbasis pengetahuan. Informasi yang disajikan secara bertanggung jawab menjadi fondasi penting bagi sivitas akademika dalam mengembangkan literasi informasi, riset, dan pengambilan keputusan berbasis data yang kredibel.

Suwondo, S.Hum., M.Kom. selaku Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press menegaskan bahwa profesionalisme pers adalah kunci penguatan budaya akademik. Pers dan perpustakaan memiliki tujuan yang sejalan dalam menjaga kualitas informasi.

“Pers yang profesional akan melahirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Inilah fondasi utama dalam mendukung literasi informasi di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Melalui peringatan HPN 2026, insan pers diharapkan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi tanpa mengesampingkan tanggung jawab jurnalistiknya. Sinergi antara pers, institusi akademik, dan perpustakaan diharapkan dapat memperkuat budaya literasi, memperkaya khazanah pengetahuan, serta mendukung terciptanya masyarakat yang kritis dan berinformasi. Selamat Hari Pers Nasional 2026. Pers dan Perpustakaan adalah dua pilar penjaga kebenaran. Bersama-sama merawat integritas informasi, memperkuat literasi, dan turut serta membangun masyarakat yang berbasis pengetahuan.  (Perpus UNDIP/ANF)