Semarang, UNDIP (31/12) – Pustakawan kini hadir tidak hanya di balik meja sirkulasi, pustakawan semakin berkembang menjadi sosok dinamis yang bergerak aktif di tengah civitas akademika. Pustakawan masa kini adalah mitra diskusi, hadir di ruang kelas, workshop, dan menyelenggarakan kegiatan pendampingan untuk tugas akhir bagi mahasiswa
“Pustakawan adalah academic partners menjadi teman berdiskusi mahasiswa misalnya saat mereka mengalami kendala dalam menyelesaikan tugas akhir, kami akan membantu mencari jalan keluar bersama melalui literatur yang tersedia,” ungkap Fitri Anugraheni, S.Sos. (Pustakawan Ahli Muda UPT Perpustakaan dan UNDIP Press).
Lebih lanjut Fitri menyampaikan pengolahan bahan pustaka yang sering dianggap pekerjaan sederhana sebenarya sangat membutuhkan ketelitian. Bukan hanya sebagai aktivitas memberi label atau menyampul buku, namun jauh lebih kompleks.
“Kami tidak hanya mencatat judul dan penulis. Kami melakukan analisis subjek secara mendalam. Tanpa pengolahan data yang baik, buku-buku hanya akan menjadi tumpukan kertas yang tak terorganisir,” tuturnya.
“Generasi muda diharapkan tetap bersemangat dalam belajar, berkarya, dan mengembangkan diri, apa pun kondisi yang sedang dihadapi. Jangan hanya jadi generasi scrolling, jadilah generasi reading. Informasi di media sosial itu seringkali hanya permukaan. Untuk memahami akar masalah dan membangun logika, kita tetap butuh buku dan referensi yang tervalidasi,” pesannya.
Perpustakaan masa depan tidak lagi dinilai dari seberapa banyak koleksi bukunya, tetapi dari seberapa besar dampak yang dihasilkan pustakawannya bagi kemajuan masyarakat. Fasilitas perpustakaan bukan hanya untuk meminjam buku, tapi sebagai tempat berkolaborasi, membuat konten edukatif, hingga membangun komunitas kreatif. (Perpus UNDIP/Kontributor: AL, PNZ, RYU)