Sunyi Yang Bermakna: Potret Perpustakaan UNDIP Saat Liburan Kuliah

UNDIP, Semarag (30/12) – Hiruk-pikuk mahasiswa yang biasanya memadati sepanjang jalan kampus Universitas Diponegoro Tembalang kini mereda seiring datangnya masa libur semester. Meskipun libur semester tiba, UPT Perpustakaan UNDIP tetap melaksanakan aktivitasnya.

Jika pada masa perkuliahan aktif perpustakaan menjadi tempat favorit untuk mengerjakan tugas baik kelompok maupun mandiri, suasana liburan mengubahnya menjadi ruang penting bagi para mahasiswa tingkat akhir. Di meja-meja baca, terlihat beberapa mahasiswa duduk dengan tekun menghadap laptop dan tumpukan referensi. Bagi mereka, liburan bukanlah waktu untuk berpangku tangan. Kesunyian perpustakaan justru menjadi ruang untuk fokus menyelesaikan tugas akhir.

“Justru saat sepi seperti ini saya lebih mudah berkonsentrasi, kesunyian malah lebih bermakna rasanya. Suasana tenang dan malah seperti di rumah sendiri,” ungkap Muhammad Nur Rizky Saputra, salah satu pemustaka yang tengah mengerjakan laporan di ruang TGCL lantai 1.  

Suasana sunyi ini memotret sisi lain dari kehidupan akademik di Perpustakaan UNDIP, liburan bukan berarti berhenti belajar. Perpustakaan menjadi saksi dari dedikasi mahasiswa yang memilih perpustakaan sebagai tempat liburan di saat yang lain pulang ke kampung halaman.

Di balik jendela kaca besar yang menghadap ke arah lingkungan kampus yang hijau, aktivitas di dalam perpustakaan menunjukkan bahwa semangat literasi tidak mengenal kalender akademik. Sunyi di perpustakaan saat liburan bukanlah simbol kekosongan, melainkan tanda dari sebuah proses panjang menuju kesuksesan yang sedang dirajut dengan tenang. (Perpus UNDIP/Kontributor: AW, AN, MNR)