Stroke adalah salah satu gejala yang dapat dialami oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tidak pandang bulu laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda. Hal inilah yang menjadikan seseorang merasa takut terhadap kondisi tersebut. Terdapat beberapa pendapat dari para ahli yang salah satunya menyatakan bahwa gaya hidup modern yang saat ini melanda masyarakat telah memudahkan seseorang mengalami stroke. Makanan beralkohol, rokok, diabetes militus juga dapat menyebabkan seseorang terkena stroke. Sehingga pola hidup harus dirubah dari yang mengkonsumsi beberapa makanan yang cenderung mengakibatkan stroke kea rah gaya hidup sehat, tidak hanya pola makan, tapi pola tidur, olah raga, pola kerja juga harus mulai ditata untuk menuju hidup sehat dan dapat terhindar dari stroke.

Menurut NIH: National Institute of Neurological Disorders and Stroke (https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/stroke.html) menyatakan bahwa stroke adalah keadaan darurat medis. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak berhenti dan adanya kematian sel-sel otak yang hanya dalam hitungan menit. Transient ischemic attacks (TIAs) terjadi ketika pasokan darah keotak secara singkat terganggu.
Terdapat beberapa gejala stroke seperti :

  • mati rasa mendadak atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh)
  • kebingungan mendadak, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
  • kesulitan mendadak melihat pada satu atau kedua mata
  • kesulitan berjalan tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebab

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Dr Wu dalam http://www.alternativestemcells.co.id/9-cara-terapi-stroke-ringan-ataupun-berat/ menyatakan bahwa :

  • 10% dari penderita yang terkena stroke pulih dengan sendirinya
  • 25% sembuh karena sedikit bantuan medis
  • 40% mengalami gangguan parah dan memerlukan bantuan khusus
  • 10% membutuhkan bantuan dari rumah rawat atau fasilitas bantuan lainnya
  • 15% meninggal karena serangan stroke

Biasanya apabila menjumpai seseorang yang terkena serangan stroke biasanya akan langsung dibawa ke rumah sakit, sebenarnya terdapat beberapa alternative atau pilihan terhadap seseorang yang terkena serangan stroke seperti :

  • Terapi stroke dengan rawat inap di rumah sakit
  • Unit perawatan subakut
  • Sebuah unit di rumah sakit dengan opsi perawatan secara individu
  • Terapi di rumah (dibantu tenaga profesional seperti suster)
  • Terapi rawat jalan (masih bisa melakukan segala sesuatu sendiri)
  • Fasilitas perawatan jangka panjang dengan terapi perawatan yang terampil dan profesional

Perlu diketahui bahwa untuk melakukan terpi pada penderita stroke terdapat beberapa ahli seperti : Psikiater ; neurologist (ahli saraf) ; Perawat Rehabilitasi ; Terapis Fisik ; Terapis Pekerjaan ; Ahli Bicara Dan Wacana ; Ahli Diet ; Pekerja Social ; Neuro Psikolog ; Case Manager ; Terapis untuk Rekreasi. Terdapat banyak terapi untuk penderita stroke salah satunya adalah dengan terapi stroke kognitif artinya mengolah kemampuan otak terhadap informasi yang masuk. Beberapa fungsi kognitif terdiri dari;

  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, membuat perencanaan, dan mempertimbangkan situasi
  • Meningkatkan kemampuan bersosialisasi
  • Meningkatkan daya ingat penderita serangan stroke
  • Meningkatkan kemampuan melakukan kegiatan fisik
  • Meningkatkan kesadaran posisi tubuh pada lingkungan sekitar

Namun demikian bagaimanapun mencegah lebih baik dari pada mengobati sehingga pengetahuan dan menjalani hidup sehat, baik dan benar sebagai pencegahan terhadap serangan stroke. (12082015-yy)

 

Istilah terkait

mati rasa

lumpuh

cerebrovascular accident (CVA)

penyumbatan otak

 

Bacaan terkait :

  1. Internet

 

  1. Buku
  • BILLING, Diane McGover. 1989. Medical-surgical nursing: common healt problems of adultsand children across the life span. London : (610.73 BIL M / C. 1 – 004235/h/89)
  • BOWMAN, James P, ROKE, GIDDINGS, Frank D. 2003. Strokes: an illustrated guide to brain structure, bloodsupply, and cliical signs. London : Prentice Hall. (616.81 BOW S / C. 1 – 81965/p/03)
  • LUMBANTOBING, S.M. 1994. Stroke bencana peredaran darah di otak. Jakarta : Fakultas Kedokteran UI. (616.81 LUM S/ C. 1 – 64273/h/96
  • MULYATSIH, Enny. 1994. Stroke: petunjuk praktis bagi pengasuh dan keluarga pasien paska stroke. Jakarta : Badan Penerbit FK UI .(81 MUL S/ C. 1 – 56363/h/96)
  • SHIMBERG, Elaine Fantle , ROSANA, Anne . 2000. Stroke apa yang seharusnya keluarga ketahui. Judul asli: “Strokes: What families should Know”. Jakarta : Pustaka Delapratasa (616.81 SHI S/ C. 1 – 74498/p/2000)
  • SOEHARTO, Imam . 2004. Serangan jantung dan stroke : hubungan dengan lemak (dan kolesterol. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama (616.1237 SOE S / C. 1 – 00251/h/06)
  • Stroke therapy . 1995. Stroke therapy. London : Butterworth-Heinemann. (616.81 STR S/ C. 1 – 63189/h/96)
  • WIJAYAKUSUMA, H.M. Hembing. 2004. Penyembuhan dengan terung: batuk, radang tenggorokan, radanghati, rematik, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, jantung, stroke,disfungsi ereksi. Jakarta : Pustaka Populer Obor. (615.321 WIJ P/ C. 1 – 83561/p/04)

 

 

  1. Hasil Penelitian
  • Jurnal Keperawatan Diponegoro, Vol 1 No. 1 Tahun 2012. Hubungan Antara Tekanan Darah Pasien Dengan Jenis Stroke Di Ruang Rawat Intensif Rsup Dr. Kariadi Semarang. Rahma Trianisa, Mohammad Sofyan Harahap
  • Media Medika Muda Vol. 3 No. 1 Tahun 2015. Hubungan Faktor Risiko Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Terhadap Keluaran Motorik Stroke Non Hemoragik.
  • Media Medika Muda Vol. 4 No. 4 Tahun 2015. Hubungan Antara Usia Dengan Komplikasi Stroke Di Ruang Rawat Intensif Rsup Dr. Kariadi Semarang. Mellisa Hidayah, Dodik Tugasworo, Maria Belladonna
  • Media Medika Muda Vol. 4 No. 4 Tahun 2015. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Outcome Pasien Stroke Yang Dirawat Di Icu Rsup Dr Kariadi Semarang. Masayu Prakasita, Dodik Tugasworo, Akhmad Ismail