Oleh Mudjahirin Thohir (12 Januari 2008/ FS)

Abstraksi

Manusia dari segi nurture, lahir (by given) telah memiliki ciri-ciri bawaan sendiri secara berbeda, seperti bentuk tubuh, kromosom, warna kulit, dsb. Dari segi culture, manusia hidup dan dibesarkan juga dipengaruhi oleh lingkungan fisikal dan lingkungan sosial yang berbeda. Pengaruh keduanya, menjadikan manusia pada batas-batas tertentu memiliki kemiripan, kesamaan, atau perbedaan. Perbedaan-perbedaan seperti inilah yang dalam sejarah kehidupan mulai dikenal istilah kemajemukan. Hadirnya entitas kemajemukan dalam satu segi, dan pemilahan diri secara benar dalam segi yang lain, menghadirkan dua sisi dari sebuah mata uang, yaitu permusuhan dan persaudaraan.

Permusuhan terjadi sebagai akibat dari cara melihat diri (the self} terhadap sosok orang lain (the others) yang berbeda itu sebagai pihak yang di luar, yang berpeluang untuk konflik. Konflik bisa muncul dari internal kelompok yang tunggal atau dari kelompok / golongan yang majemuk / aneka ragaman etnik, agama, atau golongan, setidak-tidaknya adalah kemajemukan pemikiran, pandangan, dan kemauan, atau kepentingan.(YY)

 Kata Kunci : Sosial Budaya; konflik

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di  http://eprints.undip.ac.id/302/