Oleh Slamet Budi Prayitno (2 Maret 2002/ FPIK)

 Abstraksi

 Keberhasilan budidaya perairan intensif sangat berkait erat dengan keberhasilan mencegah dan menanggulangi wabah penyakit.Kualitas ikan sangat menentukan suksesnya budidaya perairan.ikan berkualitas adalah ikan yang pertumbuhanNya cepat,tahan penyakit,mudah memilih dengan berkomoditas tinggi. Penanganan penyakit ikan tidak lepas dari aspek yang memiliki kontribusi terhadap proses terjadinya penyakitPenyebab kematian masal di Idonesia adalah wabah penyakit AEROMONAS HYDROPHILA.Melihat gejala dan tanda penyakit yang ada diduga disebabkan oleh virus.Pendekatan penanganan penyakit ikan sebaiknya dilakukan secara terpadu dalm bentuk Lembaga Pengairan dan Penanganan Hama Penyakit Ikan Terpadu (LPPHPIT)

Melalui pendekatan tersebut dua substansi donor yaitu penanganan dan pemantauan penyakit &pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan di kelompok petani Ikan. Era perdagangan bebas tahun 2003 merupakan peluang sekaligus tantangan dan ancaman bagi perikanan Indonesia.PEmerintah Indonesia telah menandatangani memorandum of Undersatanding (MOU) dengan Office Intenational desepi zooties (OIE) tentang kesehatan ikan & penyakit zooties. Ancaman bagi Negara Indonesia sebagai Negara yang telah menandatangani perjanjian dengan OIE berkewajiban untuk melaksankan International Aquatic Animal Healt Code

Import risk Analysis (IRA) adalah buku pedoman bagi pengimpor yang berisi atuiran pedoman yang harus di sepakati tanpa dokumen IRA Indonesia tidak memiliki kekuatan hukum.Penanganan penyakit pada budidaya peraiaran khususnya menjaga stabilitas populasi,pelestarian spesies global,mencegah penyakit yang menbahayakan manusia menjadi mutu dan kualitas produk,melipat gandakan produksi dan usaha serta menjaga daya dukung lingkungan sumberdaya perikanan.(SP)

 Kata Kunci: Budidaya Perairan, Penyakit Ikan, Sumberdaya Perikanan, Aeromonas Hydrophila

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/287/