Oleh : Eko Budihardjo (2 Maret 1991, FT)

 Abstraksi

 Kebanyakan tragedi dalam arsitektur terjadi karena manusia didalam dan diluarnya dipandang sebagai sesuatu yang statis seperti bangunannya. Tragedi arsitektur yang menonjol adalah pembangunan rumah susun  14 lantai Pruitt Igoe di St. Louis ysng kemudian diledakkan dengan sengaja pada tanggal 15 Juli 1972 jam 15.32 waktu setempat, yang oleh Charles Jencks diproklamirkan sebagai saat matinya Modern.

Tradisi juga sering secara keliru dilihat sebagai sesuatu yang ketinggalan jaman (old fashioned) atau sebagai sinonim dari kemandekan (stagnation), sehingga banyak arsitek yang melecehkan. Sebagaimana diketahui, epithet yang digunakan para arsitek Barat cenderung lebih mengutamakan aspek-aspek yang tidak terlalu berkaitan dengan manusianya.

Semua seolah berkutat seputar bentuk fisik dan visual saja, melupakan sosok manusia dengan kekhsan sosiobudayanya. Padahal mestinya selalu dicamkan dalam benak kepala bahwa bangunan, biarpun memang merupakan benda mati, namun tidak berarti tak ’berjiwa’. Karya arsitektur merupakan sesuatu yang sebenarnya selalu dinapasi oleh kehidupan manusia, oleh watak dan kecenderungan-kecenderungan, oleh nafsu dan cita-cata ( Wastu Citra, 1988 :25)

Studi dan penelitan yang mencoba mengungkapkan keterkaitan antara konteks kultural dan perilaku spatial, sebagaimana yang telah dirintis Amos Rapoport (’House Form an Cultur’) Edward T Hall (’Meeting Man’s Basic Spatial Needs in Artificial Envirinmental’) dan lain-lain seyogianya lebih digalakkan di Indonesia  untuk menjembatani kesenjengan sosial-kultural.

Karya arsitektur, perumahan dan perkotaan yang dirancang tanpa kepekaan sosio-kultural yang tinggi, tidak berakar pada realitas kehidupan sehari-hari, akan kehilangan dimensi simboliknya yang esensial, dan hanya akan menjadi hasil karya prosaik yang indah dipandang tetapi tidak nyaman dihuni.(Jt)

Kata kunci : sosio kultural, arsitek, implikasi, pengembangan ilmu, profesi arsitektur

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/196/