JUDUL BUKU                      : BUKU AJAR PRODUKSI BERITA TELEVISI

PENULIS                               : NURUL HASFI , BAYU WIDAGDO

PENERBIT                            : UPT UNDIP PRESS SEMARANG

TAHUN TERBIT                  : 2013

JML HLM                              : xi, 147 p.

ISBN                                      : 78-602-148-165-3

DAFTAR ISI                          :

I. RUANG REDAKSI (NEWSROOM)

II. PROSES PRODUKSI BERITA TELEVISI : NEWS GATHERING, NEWS PROCESSING, NEWS PRESENTING

III. JENIS-JENIS BERITA TELEVISI

IV. NILAI BERITA (NEWS VALUE)

V. MEMILIH BERITA (NEWS SELECTION)

VI. TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR : TATA KAMERA DAN TATA CAHAYA

VII. TEKNIK PENULISAN BERITA TELEVISI

VIII. FORMAT BERITA

IX. EDITING PROGRAM BERITA TELEVISI

Mata kuliah ini membahas tentang konsep pemproduksian berita televisi. Hal pertama yang di bahas adalah ruang redaksi (newsroom) yang diibaratkan dapur, dimana ruang redaksi merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas dan pekerja media (reporter, editor, produser, kameramen,dll). Struktur organisasi yang ada di newsroom ada dua yaitu fungsional dan struktural. Dalam memproduksi suatu berita televisi akan melewati tiga langkah utama yaitu pencarian data di lapangan (news gathering), pemprosesan berita (news processing) dan penyiaran berita (news presenting).

Ada dua jenis utama berita televisi yaitu stright news yaitu berita sederhana karena dapat muncul hanya dengan empat W saja, yang kedua adalah feature adalah hasil peliputan mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, dsb. Berita yang ditampilkan haruslah memiliki news value atau nilai berita. Suatu peristiwa dikatakan memiliki nilai berita ketika memiliki nilai kekinian (aktual), keanehan atau hal yang tidak biasa ditemui.

Istilah lain yang terkait erat dengan nilai berita adalah news judgement atau keputusan untuk menentukan berita mana yang diangkat dan mana yang tidak. Ada perbedaan mendasar antara news value, news selection dan news judgement. News value bersinggungan langsung dengan pencarian berita di lapangan. Sementara news selection dan news judgement terkait langsung dengan tugas redaktur.

 Camera video merupakan perangkat utama dalam proses perekaman gambar, karena posisi video adalah sebagai proof atau visual evidence, oleh karena itu pemahaman mengenai bagaimana mengoperasikan kamera, tata cahaya dan komposisi pencahayaan menjadi penting bagi awak peliput berita. Media televisi merupakan media yang kompleks dibanding media cetak maupun radio, karena itu penting bagi jurnalis televisi untuk menghindari pemakaian bahasa yang rumit atau naskah yang terlalu panjang. Menulis berita di televisi dibuat dengan sistem piramida terbalik.

 Hal yang penting diketahui adalah seorang reporter atau produser harus menentukan format berita berdasarkan kepentingan, daya tarik, variasi dan kebijakan redaksi. Bagian terakhir dari buku ini membahas tentang proses editing yang merupakan proses penyuntingan gambar dan suara serta penambahan beberapa efek yang sesuai dengan editorial thinking yang telah disepakati treatment visualnya oleh Director atau Program Director.(Anita)