Oleh C. Imam Sutrisno (9 Pebruari 2002 / FP)

 Abstraksi

 Populasi ternak ruminansia di Jawa Tengah sebanyak 1.650.261,85 dengan penyebaran yang merata dan rata-rata kepadatannya 50,955 ST/ km2.. Populasi ternak sebesar ini memerlukan pakan dalam jumlah besar. Kebutuhan protein dan bahan kering untuk ternak ruminansia di Jawa Tengah sebesar 423.685,889 ton PK dan 4.842.124,456 ton BK setiap tahun. Jerami padi mampu memenuhi seluruh kebutuhan bahan kering untuk ternak ruminansia di Jawa tengah, yaitu 72.332,12 ST, disamping juga mampu memenuhi hampir setengah kebutuhan proteinnya, yakni untuk 779.313,41 ST. Daya dukung sebesar itu merupakan produk jerami padi yang belum terolah.

Peran teknologi pengolahan limbah pertanian yang dilakukan terhadap pengembangan ternak ruminansia adalah : pengawetan limbah, meningkatkan palatabilitas limbah, menstabilkan dan memproteksi nilai nutrisi limbah pertanian sebagai pakan ruminansia. Teknologi pengolahan limbah pertanian dan limbah rumah potong hewan seperti teknologi ragi isi rumen (RIR), sijebol, pemi,pellet, hidromidi, pelet fermilus sangat layak dikembangterapkan di daerah padat penduduk yang mengandalkan pola pembangunan pertanian intensif berbasis padi. Keberhasilan penerapan teknologi ini tergantung pada kesiapan sumberdaya manusia (petani ternak) untuk mengadopsi dan mengadaptasi teknologi yang dikembangkan, peran serta instansi terkait dalam penyebarluasan teknologi, serta kegigigihan perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi yang tepat dan bias menjawab kebutuhan masyarakat. (Hyn).

 Kata kunci: Teknologi pengolahan, pakan ternak, ternak ruminansia, limbah pertanian. ragi isi rumen

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/286/