Machine-Readable Catataloguing atau MARC adalah standar untuk komunikasi data katalog di dunia perpustakaan dan informasi. Pada dasarnya, MARC adalah format data (atau lebih tepatnya: sekumpulan format data) yang memungkinkan pertukaran data katalog atau data lainnya yang terkait antar sistem-sistem perpustakaan yang memakai komputer. Dibuat dan digunakan pertama kali di tahun 1960an (jauh sebelum era Internet dan perpustakaan digital), format MARC ini sudah “mendarah-daging” di bidang perpustakaan. Ketika memasuki era perpustakaan digital, maka sudah terlalu banyak data perpustakaan yang dibuat berdasarkan MARC. Itu sebabnya, setiap teknologi baru dalam bidang perpustakaan dan informasi pun harus menyesuaikan diri dengan MARC. Ini akan menambah langgeng usia dan pengaruh MARC di bidang perpustakaan.

Penggunaan MARC selalu berpasangan dengan penggunaan standar pengatalogan, misalnya Anglo-American Cataloging Rules versi 2 atau AACR2, International Standard Bibliographic Description (ISBD), Holdings Statements Summary Level (ISO 10324), dan sebagainya. Setiap data pengatalogan dalam format MARC selalu terlebih dahulu ditetapkan dengan mengikuti peraturan AACR2. Dengan kata lain, AARC2 mengatur isi data, sedangkan MARC menjadi wadah yang menampung isi data tersebut. Jika dua sistem menggunakan format MARC, maka isi data di kedua sistem tersebut dapat saling dipertukarkan. Prinsipnya sesederhana itu, tetapi dalam praktiknya MARC adalah kegiatan membuat kode (coding) yang amat rinci.

Sebagai sebuah format data, MARC mengandung tiga komponen, yaitu:
(1) Struktur data atau cantuman yang mengatur bagaimana data secara fisik diberlakukan,
(2) Serangkaian ruas (fields) lengkap dengan penanda (tags) dan elemen mark-up, dan
(3) Data yang termuat di ruas-ruas tersebut. Komponen pertama merupakan penerapan dari standar untuk tukar-menukar informasi (American National Standard for Information Interchange atau ANSI/NISO Z39.2) dan mematuhi aturan ISO 2709. Komponen kedua lebih merupakan kesepakatan atau konvensi untuk menyeragamkan cara komputer membaca dan memahami cantuman MARC. Komponen ketiga, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, merupakan data yang sudah terlebih dahulu dikemas dengan mengikuti berbagai peraturan pengatalogan. <p style=”text-align: justify;”> Sebagai data komputer, setiap cantuman bibliografi yang disimpan dalam format MARC adalah sebuah rangkaian (string) karakter yang berurutan, dan setiap karakter ini memiliki semacam “alamat” di dalam rangkaian itu. Rangkaian karakter ini selanjutnya terbagi dalam tiga elemen, yaitu:
• Leader – elemen ini terletak di awal dan mengandung informasi yang dibutuhkan komputer untuk mengolah data selanjutnya. Misalnya, di sini terdapat data tentang panjang cantuman, status cantuman (apakah baru dibuat atau sudah mengalami perubahan), jenis bahan pustaka yang diwakilinya (apakah buku, peta, rekaman suara, dan sebagainya), tingkatan bibliografi (seberapa rinci data bibliografi yang dikandungnya). Pada umumnya, perangkat lunak yang menggunakan MARC akan secara otomatis mengisi sebagian besar elemen ini dengan data yang diperlukan.
• Record directory – semacam indeks atau petunjuk lokasi data di dalam cantuman MARC yang juga secara otomatis dibuat oleh komputer (bukan diisi oleh seorang pengatalog).
• Data fields – ruas-ruas yang berisi data katalogisasi. Sebagian kecil dari ruas ini memiliki panjang yang tetap (fixed) dan berisi kode-kode saja. Sebagian besar merupakan ruas yang panjangnya bervariasi untuk menampung informasi yang beragam. Ruas-ruas ini memiliki penanda (tags) agar komputer mengerti, di mana sebuah informasi bermula dan di mana berakhir. <p style=”text-align: justify;”> Ada ruas-ruas yang dibagi-bagi lagi menjadi sub-ruas, dan untuk menandainya digunakan pembatas (delimeter) berupa kode tertentu. MARC pertama kali dikembangkan oleh Library of Congress pada tahun 1960 untuk keperluan transfer data yang waktu itu masih dimuat dalam pita magnetik. Walaupun punya banyak kelemahan teknis, dan praktis hanya dikenal di kalangan pustakawan, namun MARC akhirnya memang satu-satunya standar yang ada untuk mengirim dan menerima data bibilografi melalui jaringan komputer yang dipakai di berbagai negara. Setiap negara mengembangkan sendiri format MARC berdasarkan format asli dari Library of Congress. Berikut ini daftar keluarga besar MARC dan negara yang menggunakannya, diurut menurut kronologi kelahirannya:

Image:MARC.jpg

Keberagaman MARC di atas sempat menimbulkan kekuatiran, sehingga pada tahun 1970an dibuatlah UNIMARC, semacam “bahasa persatuan” untuk para pengguna MARC. Setelah semakin banyak negara menggunakan MARC, dan setelah penggunaan itu berlangsung cukup lama, semakin berbeda pulalah “dialek” dari masing-masing negara. Negara yang rajin menghimpun data dari negara-negara lain harus selalu melakukan konversi data MARC, sehingga UNIMARC pun sempat dijadikan sebuah alat konversi atau semacam penerjemah bahasa. Sebuah institusi yang menggunakan UNIMARC dapat membuat dua macam program konversi; satu untuk konversi data mereka ke UNIMARC, dan satu lagi untuk konversi data dari UNIMARC ke MARC lokal. Edisi pertama UNIMARC ini muncul tahun 1977, dan edisi kedua tahun 1980. Edisi ini terus dikembangkan dan disempurnakan. Tahun 1991 dibentuk komite permanen yang mengurusi UNIMARC di bawah IFLA (lihat: http://www.ifla.org/VI/8/puc.htm ). Pengguna UNIMARC ini pada umumnya adalah perpustakaan-perpustakaan nasional yang berkepentingan dalam tukar menukar antar negara.

 

Ketika Internet semakin menjadi jaringan global dan landasan bagi perpustakaan digital, MARC pun berkembang menjadi MARC 21 yang merupakan sebuah “keluarga MARC dengan 5 anggota”, yaitu • MARC 21 Format for Authority Data untuk otorisasi atau kepastian dalam hal penamaan orang, judul seragam, tajuk subjek. • MARC 21 Format for Bibliographic Data untuk data bibliografi dari berbagai bentuk, baik buku maupun yang lainnya. • MARC 21 Format for Classification Data untuk keterangan tentang sistem klasifikasi yang digunakan. • MARC 21 Format for Community Information untuk data tentang konteks pengguna dan pelaku yang berkaitan dengan koleksi, misalnya data tentang keahlian (expertise), organisasi, program, acara, dan sebagainya. • MARC 21 Format for Holdings Data untuk data tentang kepemilikan penerbitan berseri (serial) maupun non-serial, termasuk data tentang koleksi ganda. Dengan lima format seperti di atas, MARC21 menjadi sebuah format yang amat rinci dan rumit. Penjelasan dan contoh penggunaannya diperbarui dan diterbitkan setiap tahun, dapat dilihat di:

http://www.loc.gov/marc/bibliographic/