Oleh Johanes Hutabarat (14 April 2001/FPIK)

Abstraksi

 Permasalahan masih lemahnya penguasaan IPTEK perikanan (termasuk IPTEK Budidaya Perairan), belum memadainya kualitas sumber daya manusia pelaku kegiatan usaha perikanan dan masih terbatasnya infrastruktur yang tersedia . Guna mengatasi permasalahan dan hambatan tersebut di atas, maka upaya yang dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman dan penguasaan IPTEK Budidaya Perairan

Prinsip dasar dari ilmu pengetahuan dan teknologi budidaya peairan adalah bagaimana manusia dapat meningkatkan laju pertumbuhan dari organisme akuatik (sumberdaya perairan hayati) yang bermanfaat bagi manusia, agar diperoleh hasil produksi yang lebih meningkat pada periode/ waktu tertentu (bila dibandingkan dengan pertumbuhannya di alam) dan mempunyai sifat tambah yang optimal melalui mamsukan teknologi dan energi yang efektif dan efisien.

Mempelajari ilmu budidaya perairan berarti mempelajari aspek-aspek biologis dari organisme akuatik antara lain : daur hidup di alam (life history); jenis makan dan kebiasaan makan : omnivorous, herbivorous, carnivorous (food and feeding habits), sifat-sifat reproduksi (reproduction systems) dan kesukaannya terhadap kondidsi bioekologis (bioecological preference) dalam kkehidupannya dialam.

Informasi-informasi dasar tentang aspek-aspek biologis dari organisme akuatik yang akan dibudidayakan (kultivan) penting untuk diketahui, karena sifat-sifat tersebut sangat bervariasi antar species baik untuk ikan bersirip (fin fish), moluska, rumput laut, krustasea, lingkungan kehiidupan (ekosoistem air tawar, payau, dan laut); tingkatan umur (larva, juvenil, dewasa dan induk). Pemahaman tentang sifat-sifat biologis ini sangat bermanfaat dalam rumusan dan penetapan strategi rekayasa bioteknologi yang akan digunakan pada kegiatan produkksi budidaya perairan. (JT)

Kata Kunci : iptek budidaya perairan, sumberdaya perikanan

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/284/