Diao Ai Lien (lahir di Jakarta, 15 Oktober 1955; umur 56 tahun) merupakan Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2010. Tulisannya yang berjudul “Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Customer-Focused” mengantarkannya meraih gelar tersebut.

Doktor bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi itu mengutip pemikiran Charles William Eliot, Presiden Harvard University, bahwa “the library is the heart of the university”. Bila perpustakaan dianalogikan seperti jantung sebagai pusat kehidupan manusia, maka perpustakaan adalah pusat kehidupan civitas akademika. Sedangkan, darah yang terpompa oleh Jantung adalah informasi yang dikelola oleh perpustakaan.

“Perguruan tinggi harus melakukan pooling learning resources atau sumber pembelajaran, sebagai pusat penyebaran informasi yang membawa kehidupan, termasuk menyediakan antibodi melalui penyediaan informasi yang benar, objektif, seimbang, dan tepercaya, ” katanya. Perguruan tinggi harus customer focused, artinya memudahkan civitas akademika mendapatkan sumber daya yang dibutuhkannya dalam proses pembelajaran sebagai mahasiswa, dosen, peneliti, dan sebagainya.

Seperti kisah Blasius Sudarsono, menggeluti dunia kepustakawanan bagi Ai Lien seperti menjalani kehidupan yang baru dan tidak terduga. Lulus sebagai sarjana hukum dari Fakultas Hukum Unika Atma Jaya tahun 1979, ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana bidang sosiologi di De La Salle University, Filipina tahun 1984. Ai Lien yang ketika itu bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat (PKPM) UAJ diminta membantu mengolah koleksi Perpustakaan PKPM.

Pada tahun 1988, Ai Lien mendapat beasiswa untuk menempuh program pascasarjana bidang ilmu perpustakaan di di University Sheffield dan lulus pada tahun 1989. Kemudian, pada tahun 1990, ia belajar S3 ke Loughborough University of Technology, Inggris dan meraih gelar Doktor bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada tahun 1995.

Pulang ke Indonesia, Ai Lien ditunjuk menjadi Koordinator Perpustakaan UAJ tahun 1999 dan Koordinator Jaringan Perpustakaan Aptik (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) tahun 2003 hingga sekarang. Jaringan ini beranggotakan 19 perpustakaan dari 16 perguruan tinggi di lingkungan Aptik.

Pada tahun 2004 sampai 2005, Ai Lien terpilih sebagai salah satu peneliti Proyek UNESCO pada Pengembangan Literasi Informasi melalui Perpustakaan Sekolah di Beberapa Negara Asia Tenggara. Ai Lien juga mengajar di fakultas psikologi, hukum dan pendidikan di Universitas Atma Jaya Jakarta. Dan sejak tahun 1996 ia menjadi penasihat tesis dan penguji di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia.

Pendidikan

  • Sarjana Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 1979
  • MA in Social Sciences, major in Sociology De La Salle University, The Philippines Graduate School of Arts, Education and Science, 1984
  • MA in Librarianship University of Sheffield, Inggris, 1989
  • PhD in Information and Library Studies, Loughborough University of Technology, Inggris, 1995

Pengalaman kerja

  • Peneliti di Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat (PKPM) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Koordinator/Kepala Perpustakaan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Koordinator Jaringan Perpustakaan Aptik (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik)
  • Anggota Komisi Ilmiah Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Penanggung Jawab Pelaksanaan Program PHK-TIK
  • Penanggung Jawab Pelaksanaan Program PHK-TIK INHERENT K-1
  • Dewan Juri Seminar Nasional Hasil Penelitian Akademik
  • Penanggung Jawab Pelaksanaan Pembuatan Modul SAP yang Terintegrasi dengan AtmaLib
  • Penanggung Jawab Pelaksanaan Program Pembuatan Modul Training Information Literacy
  • Penanggung Jawab Pelaksanaan Pelatihan Pengelola Content Sistem E-Learning

Referensi