“Tidak semua pustakawan memiliki pribadi kepustakawanan, dan orang yang memiliki pribadi kepustakawanan hanyalah orang yang memiliki spirit of life”, tegas Blasius Sudarsono dalam sebuah kuliah umum di Universitas Airlangga. Sambungnya, “selayaknya kepribadian yang ada dalam setiap pribadi manusia, demikian pula kepustakawanan yang seharusnya ada dalam diri setiap pustakawan”. Demikianlah wejangan yang diberikan setiapkali beliau hadir di acara kuliah umum, diskusi atau bedah buku.

Blasius Sudarsono, atau Pak Dar, bukanlah sosok asing dalam dunia kepustakawanan Indonesia. Sebagai seorang Pustakawan Utama LIPI yang telah bekerja hampir 40 tahun, beliau adalah sosok sepuh yang diteladani, digugu dan ditiru. Di usia senjanya, beliau masih produktif memberikan ajaran dan renungan tentang hakikat atau filsafat kepustakawanan. Memang sulit kiranya ketika pustakawan membicarakan tentang Filsafat Kepustakawanan tanpa menyebut Bapak yang satu ini. Patut disayangkan adalah tidak semua Sekolah Perpustakaan di Indonesia memiliki kurikulum filsafat kepustakawanan kecuali Pascasarjana Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Universitas Padjajaran, Bandung. Pak Dar mengembangkan Filsafat Kepustakawanan berdasarkan pandangan Driyarkara, seorang filsuf dan perintis pendidikan filsafat di Indonesia.

Pak Dar, (lahir di Solo, Jawa Tengah, 02 Februari 1948; umur 64 tahun) tumbuh di lingkungan pendidik karena orangtuanya adalah guru sekolah dasar. Pak Dar kecil gemar mengutak-atik barang elektronika. Bahkan pelajaran ilmu pengetahuan alam untuk anak SMP sudah ia pelajari sewaktu kelas lima SD. Tidak heran apabila ia terobsesi menjadi seorang ilmuwan. Ketika lulus SMA, ia ingin belajar elektro arus lemah. Tapi karena orangtuanya menginginkannya menjadi arsitek, dicobalah mendaftar di jurusan elektro dan arsitektur ITB. Hanya diterima di jurusan elektro, ia tidak memanfaatkannya. Orangtuanya kemudian ingin memasukkannya ke sekolah elektronika milik Angkatan Laut. Tapi lantaran tak ingin menjadi tentara, tawaran inipun ditampiknya. Akhirnya kuliah di jurusan fisika murni UGM menjadi pilihannya hingga tingkat sarjana muda. Karena terlalu lama menunggu dibukanya program sarjana penuh, Pak Dar memilih bekerja di perpustakaan LIPI.

Hidup memang misterius: sarjana muda fisika bekerja di perpustakaan? Tetapi memang profesi kepustakawanan — mengutip Bambang Haryanto, salah seorang murid Pak Dar di era 1980-an — boleh jadi ibarat gedung yang memiliki lawang sewu. Berpintu seribu. Orang bisa masuk, keluar lewat pintu yang dia mau. Itu juga yang membuat ilmu perpustakaan dan informasi menjadi gemah ripah loh jinawi karena sifatnya yang multidisipliner.

Mengawali karir sebagai staf urusan servis teknis, memberi keuntungan bagi Pak Dar karena menjadi orang yang pertama bersentuhan dengan teknologi maju dan mahal pada saat itu; komputer. Semua hal mengenai komputer dipelajari secara otodidak. Begitu juga dengan kepustakawanan yang ia pelajari dengan cara “mendengar”. Berkat ketekunannya, dalam waktu lima tahun, datang tawaran untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana ilmu perpustakaan di Amerika dengan skema beasiswa. Sepulang dari pendidikan, Pak Dar mendapat jabatan baru menjadi Kepala Urusan Servis Teknis dan menjadi pengajar di program sarjana dan pascasarjana Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia.

PDII-LIPI menyelenggarakan Kuliah Umum Bersama Blasius Sudarsono sejak Juli 2011 dengan tema-tema fundamental yang beragam dan bisa diikuti secara gratis oleh para pustakawan maupun pemerhati kepustakawanan.

Pendidikan

  • Sarjana Muda Fisika (BSc), FIPA – UGM, Yogyakarta, 1973
  • Master of Library Studies (MLS), University of Hawaii, Honolulu, USA, 1978-1979

Pengalaman Kerja

  • Asisten Laboratorium Fisika Dasar UGM, 1970-1973
  • Staf Urusan Servis Teknis PDIN, 1973-1976
  • Kepala Urusan Servis Pembaca PDIN, 1976-1977
  • Kepala Urusan Servis Teknis PDIN, 1979-1980
  • Kepala Pusat Perpustakaan PDIN, 1980-1987
  • Kepala Bidang Sarana Teknis PDII-LIPI, 1987-1990
  • Kepala PDII-LIPI, 1990-2001
  • Pustakawan Madya PDII-LIPI, 2001-2005
  • Pustakawan Utama PDII-LIPI, 2005-sekarang

Buku

  • Pustakawan, Cinta dan Teknologi. Jakarta: Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakan dan Informasi Indonesia, 2009

Referensi