Oleh Ichrodjuddin Nasution (3 Februari 2001 / FK )

.Abstraksi

 Dilatar belakangi penyalahgunaan Narkoba terus meningkat di mana-mana bagaikan penyakit menular sehingga menjadi masalah epidemiologi. Tak dapat dibantah lagi masalah ini harus ditangani secara konseptual, strategis dan komprehensif. Pada dasarnya Narkoba terdiri obat-obat yang bekerjanya menekan atau merangsang faal dan fungsi-fungsi otonom dan harmoni system konasi otak. Jika dipakai menurut farmakologi akan sangat bermanfaat tetapi bila disalahgunakan pemakai menjadi kecanduan.

Tulisan ini bertujuan memberikan informasi pada masyarakat luas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Termasuk penekanan maupun perangsangan narkoba terhadap aktivitas kejiwaan dapat menyentuh domain reseptor kritis alam khayal. Akibat-akibat terjadi overdosis akibat obat perangsang dan kematian karena obat penekan.

Indonesia berpenduduk 220 juta jiwa dan 30% diantaranya adalah remaja. Pendekatan yang paling baik dan ekonomis dengan menggunakan paradigma epidemiologi “pencegahan lebih baik dari pada pengobatan”. Penyalah gunaaan narkoba akan merusak kesehatan fisik dan mental, merusak keharmonisan keluarga dan menganggu ketertiban masyarakat. Strategi penyampaian informasi, penegakkan hukum dan terapi medik serta rehabilitasi perlu terkoordinasi sinergistik sehingga permintaan dan penawaran narkoba dapat ditekan sekaligus. (SEP)

 Kata kunci : narkoba, obat, remaja, kesehatan

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/277/