Oleh Ignatius Sudigbia Partawihardja (18 Juni 1994/FK)

 Abstraksi

 Interaksi antara genetik, kesehatan pribadi serta penyakit diantaranya infeksi, gizi dan diare sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak yang dalam hal ini anak merupakan sumber daya manusia sebagai salah satu komponen penting dalam Pembangunan Nasional. Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan anak-anak di negara sedang berkembang. Beberapa tindakan pencegahan diare memang efektif, tetapi prioritas utama dalam penanggulangan diare adalah pengelolaan klinik atau pengobatan kasus diare yang benar.

Beberapa terapi pengobatan diare adalah terapi rehidrasi dan terapi nutrisi. Terapi rehidrasi dilakukan menggunakan bubuk rehidrasi oral dan dilanjutkan dengan pengamatan penyakit, meningkatkan status gizi serta kesehatan lingkungan.Dalam penatalaksanaan diare, terapi nutrisi merupakan hal yang penting setelah terapi rehidrasi. Yang perlu diperhatikan dalam terapi nutrisi adalah cara pemberian dan macam makanan yang tepat sehingga memberikan hasil guna dan tepat guna yang tinggi sehingga tidak akan menimbulkan gangguan gizi ataupun gangguan pertumbuhan pasca diare. Adapun pemberian terapi nutrisi untuk diare anak ditentukan dengan cara mengukur kebutuhan nutrien untuk pertumbuhan anak dan mengukur jumlah kehilangan enerji dan nutrien dalam tinja selama diare dengan cara mengukur jumlah volume tinja dan konsentrasi nutrien didalamnya.

Terapi nutrisi merupakan komponen yang esensial dalam aspek pencegahan dan penatalaksanaan diare pada anak baik akut maupun kronis karena terapi nutrisi sejak didi akan dapat merangsang penyerapan nutrien sehingga akan meningkatkan status gizi anak. Pemahaman mengenai terapi nutrisi yang benar akan dapat memberikan hasil maksimal dalam pencegahan diare pada anak.(HM)

 Kata Kunci : Makanan, terapi nutrisi, diare, anak   

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/253/