Oleh : Bambang S.S (1 September 1990/ FK)

Abstraksi

 Di Negara- maju, rata-rata satu dari empat orang meninggal karena kanker (1:4). Di Eropa dan Amerika kanker laring merupakan penyakit keganasan nomor 1 Tetapi di Indonesia keganasan nomor satu adalah kanker nasofaring, sedangkkan kanker laring hanya menempati urutan kedua atau ketiga. Bila dibandingkan seluruh tubuh, kanker laring menempati urutan yang ke-14 ,kanker nasofaring menempati urutan ketiga atau empat.

Usaha pencegahan kanker laring meliputi pencegahan primer, sekunder dan tertier. Pencegahan primer dengan menghindari atau mengatasi risiko-risiko awal, misalnya menganjurkan masyarakat tidak merokok, semua pekerja pabrik harus memakai masker, dan memajukan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan.. Pencegahan sekunder dengan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, sehingga dapat dilakukan pengobatan dini. Pencegahan tertier dengan melakukan tindakan klinik sebagai pengobatan atau terapi.

Di Indonesia pencegahan tertier dan sekunder masih mengalami kendala-kendala yang besar. Diagnosa klinik secara dini membutuhkan waktu 10 tahun sehingga sulit dilakukan. Pengobatan dengan operasi juga mengalami kendala karena banyak penderita yang menolak untuk dioperasi, mencapai 93,7% karena akan kehilangan suara dan adanya lobang tetap di leher . selain itu mereka pada umumnya sudah berusia lanjut dan beranggapan bahwa mereka tidak akan hidup lebih lama lagi.

Maka yang harus dilakukan adalah usaha pencegahan primer, dengan memberikan penyuluhan atau penerangan kepada masyarakat tentang kanker laring dan pencegahan terhadap risiko akan terjadinya penyakit kanker laring. (sg)

 Kata Kunci: kanker laring;, nasofaring

Full teks Pidato Pengukuhan Guru Besar dapat didownload di http://eprints.undip.ac.id/190/