Oleh Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

WORLD OF INFORMATION, LIBRARY, & LEARNING (WILL) ke-5

Sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150094789914722

 

Fungsi adalah peranan atau tugas yang dilakukan oleh pemegang status. Jika statusnya sebagai informasi, maka fungsi informasi ialah peranan atau tugas yang dilakukan oleh informasi, yaitu, antara lain.

1.  Menjadi sarana komunikasi dan kerja sama (Become mean of communication and cooperation)

Banyak orang berpendapat, “Language is as mean of communication”. Pendapat itu tidak salah. Sedangkan pendapat, “Information is as mean of communication and cooperation” adalah juga pendapat yang benar. Dalam bahasa terdapat informasi. Informasi berjenis teks (textual information) disampaikan dengan bahasa tulis, sedang informasi dalam bentuk suara (vocal information) diberikan dalam bahasa lisan. Namun demikian, vocal information meliputi suara manusia, hewan, dan benda yang mempunyai makna bagi manusia, misalnya suara ‘bedug’ di masjid menandakan waktu shalat. Dalam bahasa isarat terdapat informasi yang menggunakan symbol gerakan tubuh manusia yang mempunyai makna, misalnya, mengacungkan jempol (ibu jari) berarti baik atau setuju.

Informasi sebagai sarana komunikasi berarti manusia menggunakan informasi untuk berhubungan satu dengan yang lain, bahkan manusia dengan hewan. Hubungan (komunikasi tersebut) menggunakan bahasa lisan, tulis, maupun isarat. Tentu saja informasi yang disampaikan harus saling dipahami antara pemberi informasi (communicator) dan penerima informasi (communicant), baik dalam pemahaman bahasanya maupun isi bahasanya. Misalnya, bahasa tulis yang sedang Saudara baca ini merupakan komunikasi antara penulis (penyampai informasi tulis) dan pembaca (penerima informasi tulis). Jika pembaca member tanggapan maka komunikasi akan terwujud hidup. Pembicaraan (obrolan) dengan orang lain merupakan komunikasi informasi lisan manusia. Fungsi informasi sebagai sarana komunikasi dapat dikembangkan menjadi sarana kerja sama yang saling menguntungkan.

2.  Penyampaian ilmu dan nilai (Transfer knowledge and value)

Informasi sebagai penyampaian ilmu dan nilai berarti bahwa ilmu yang mengandung banyak informasi ilmiah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya disampaikan oleh seseorang (misalnya orang tua, guru, dsb,) kepada orang lain yang membutuhkan (misalnya anak, siswa, dsb.). Proses belajar mengajar di sekolah merupakan contoh nyata fungsi ini, demikian juga di rumah.

 

3.  Sebagai Pengkayaan, ilmu, ketrampilan, dan pengalaman (Enrichment of knowledge, skill, and experience)

Informasi dapat memperkaya ilmu, ketrampilan, dan pengalaman seseorang yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakatnya. Misalnya, seorang mahasiswa yang belajar Ilmu Ekonomi berarti dia telah menerima informasi-informasi ilmiah tentang Ilmu Ekonomi dari dosennya, dia juga dilatih dengan ketrampilan membuat laporan keuangan secara online, dan menerima pengalaman karena kuliah praktek di bank.

4.  Membangun kepribadian dan spiritualitas (Develop personality and spirituality)

Kepribadian dan spiritualitas seseorang dapat dibangun menjadi meningkat lebih baik dengan cara menerima informasi-informasi (lisan, tulisan, gambar, dsb.) yang berkualitas tinggi (benar, sumber yang bertanggung jawab, dsb.) tentang hal-hal yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas dirinya, misalnya ajaran Kitab Suci, ajaran agama, norma-norma yang baik di masyarakat, dsb-dsb.

5.  Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Develop science and technology)

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini tidak lepas dari peranan informasi yang sangat “membludak”, sehingga banjir informasi di mana-mana. Informasi ilmiah di dalam sains dan teknologi dipelajari oleh manusia (khususnya kaum terpelajar) dan dikembangkan oleh para ahli dengan menggunakan media yaitu teknologi informasi dan komunikasi.Pertukaran informasi ilmiah dan kerja sama oleh para ahli sangat mendorong pengembangan iptek.

6.  Mengembangkan pembangunan bangsa (Develop nation building)

Pembangunan bangsa di berbagai bidang kehidupan seperti bidang agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dsb-dsb tidak lepas dari peranan informasi. Kebijakan-kebijakan pembangunan bangsa dibangun dengan berbagai informasi atau diisi dengan banyak informasi. Agar pembangunan bangsa menghasilkan hal-hal yang baik, informasi berkualitas tinggi (benar, manfaat, dsb.) harus diperhatikan dan dipakai.

7.  Menyatukan anggota masyarakat atau keluarga (Unify members of society or family)

Informasi yang menyejukkan, menyenangkan, dan mendamaikan dapat mempersatukan ummat manusia umumnya, warga bangsa, maupun anggota keluarga. Tetapi, informasi yang buruk, bohong, berisi fitnah akan menghancurkan dan memecah-belah persatuan ummat manusia di tingkat dunia, negara, maupun keluarga.

8.  Menyegarkan situasi, untuk hiburan (Refresh situation, for entertainment)

Informasi dapat berfungsi sebagai penyegar situasi atau pemberi hiburan, misalnya ucapan-ucapan atau gambar-gambar (kartun) yang lucu bisa sebagai hiburan, demikian juga tayangan-tayangan televise yang membuat orang tertawa.

9.  Menjadi komoditas ekonomi (Become economy commodity)

Fungsi informasi sebagai komoditas ekonomi, sebagaimana terjadi sekarang ini, berarti informasi telah menjadi “barang dagangan” atau “layanan dagangan”, yaitu telah diperjual-belikan. Siaran televisi, siaran radio, web-web di internet, penerbitan surat kabar dan mjalah, dsb merupakan contoh nyata fungsi ini. Bahkan, saat ini telah ada “information broker”, yaitu seseorang yang berkerja mencarikan informasi bagi orang-orang yang membutuhkan (misalnya peneliti, dosen, manager, pemegang kebijakan, dsb).

Selain fungsi (peranan), informasi juga mempunyai manfaat yang dapat dirasakan di berbagai sector kehidupan, seperti religious sector, education sector, economy sector, industrial sector, health sector, defence Sector, and politics sector.