Seri : WORLD OF INFORMATION & LIBRARY (WIL)

 

Penulis :

Muhammad Muhtar Arifin Sholeh

Dosen di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang

Mantan Kepala Perpustakaan UNISSULA

Study S-3 di Information School, University of Sheffield, United Kingdom (2008-2011)

Sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=491259719721

Kecenderungan masyarakat sekarang membentuk pola hidup masa kini dan masa depan. Kecenderungan itu adalah pergeseran dari ekonomi industri ke ekonomi informasi. Dalam ekonomi industri kapital merupakan sumber yang sangat strategis; sedangkan dalam ekonomi informasi, sumber yang paling strategis adalah informasi itu sendiri. Pada era global informasi menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Informasi telah menjadi komoditas ekonomi yang kuat. Mereka yang dapat menguasai ekonomi informasi akan menjadi pemenang dalam persaingan hidup. Misalnya, informasi yang disebar-luaskan surat kabar dapat memberi kekuatan  masyarakat untuk semakin peka terhadap lingkungan, semakin kritis terhadap fenomena sosial, dan semakin waspada terhadap penyimpangan pembangunan.

Informasi berada di sekitar kita, di mana saja berada. Kita semua manusia berurusan dengan informasi dan membutuhkannya. Sebagai orang tua, kita berurusan dengan informasi tentang bagaimana mendidik anak dengan baik, tentang sekolah yang berkualitas baik untuk anak-anak kita, tentang kebutuhan hidup sehari-hari, dan sebagainya. Sebagai seorang istri atau ibu, kita membutuhkan informasi tentang perawatan tubuh wanita, tentang masak-memasak (dunia kuliner), tentang harga-harga kebutuhan pokok, tentang perawatan kehamilan dan persalinan, tentang perawatan anak, dsb-dsb. Sebagai seorang siswa/mahasiswa, kita sangat memerlukan informasi tentang materi pelajaran, tentang buku-buku yang digunakan, tentang peraturan sekolah, tentang guru-guru kita, dan seterusnya. Semua orang membutuhkan informasi yang sesuai dengan status-peranan, minat-bakat, ilmu, dan keperluan.

Informasi, Data, & Fakta

 Fakta adalah kenyataan yang ada, baik yang material (material thing) maupun tidak material (immaterial thing). Fakta yang material adalah apa saja yang bisa ditangkap oleh lima indra manusia, seperti benda-benda di sekitar kita.

Data merupakan bentuk jamak dari datum, yang berarti kenyataan atau catatan. Data memang bermula dari fakta. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka. Data merupakan fakta-fakta yang telah disifati, dikuantifikasi, dan diolah sehingga bermakna. Dari data inilah kesimpulan-kesimpulan dapat diambil. Sebagai contoh, data bisa berupa jumlah jam kerja / minggu tiap pekerja dalam perusahaan. Contoh ini berawal dari fakta tentang waktu (jam), pekerja, dan perusahaan. Contoh lain adalah upah tiap jam kerja. Sedangkan contoh ini bermula dari fakta tentang uang, upah, pekerjaan, dan waktu (jam).

Sedangkan Informasi ialah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang memiliki arti bagi penerima. Artinya, sesuatu disebut informasi jika disampaikan ke orang/lembaga lain (penerima), misalnya, data yang berupa jumlah jam kerja seorang pegawai / minggu, jika telah dikalikan dengan upah tiap jam akan menghasilkan upah kotor per pegawai . Jika upah kotor dijumlahkan seluruh pegawai maka penjumlahan tersebut merupakan total biaya gaji bagi seluruh perusahaan. Jumlah biaya gaji tersebut dapat menjadi Informasi bagi pemilik perusahaan dan pegawai.

Informasi adalah data yang berguna yang telah diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Data seseorang dapat menjadi Informasi bagi orang lain. Juga sebaliknya, Informasi bagi seseorang dapat menjadi data bagi orang lain. Dari penjelasan diatas dapatlah disimpulkan bahwa data adalah “bahan baku” dari informasi dan data adalah sumber informasi. Namun, semua itu bermula dari fakta-fakta.

Namun demikian, menurut saya, informasi dapat digambarkan berikut ; information is commonly viewed as useful statement or valuable description about fact (material and/or immaterial) – to be data, either oral or written, either good or bad, either quantitative or qualitative form, which is by a mean/tool conveyed from person(s) to other one(s), from individual to group (institution) and vice-versa, or from group (institution) to group (institution).

(Informasi umumnya dipandang sebagai pernyataan yang berguna atau gambaran yang bernilai tentang suatu fakta (material atau non material/ghaib) – menjadi data lisan maupun tulisan, baik maupun buruk, kuantitatif atau kualitatif – yang dengan suatu alat atau sarana disampaikan dari seseorang ke orang lain, dari individual ke kelompok (dan sebaliknya), atau dari kelompok ke kelompok lain).

Lester and Koehler (2003:16-17), dalam bukunya berjudul Fundamentals of Information Studies: Understanding Information and Its Environment. Mengumpulkan sejumlah definisi informasi berikut:

  1. Information is data that have been organized and communicated (according to Marc Porat).
  2.  Information is a record of resolved uncertainty (according to Richard Derr).
  3. Information denotes any stimulus that alters cognitive structure in the receiver (according to William Paisley).
  4. Information is the cognitive state of awareness (as being informed) given representation in physical form (data). This physical representation facilitates the process of knowing (according to Debons, Horne, and Cronenweth).
  5. Information is a process that occurs that shapes our inward images (according to Allan Pratt).
  6. Information is the meaning that a human assigns to data by means of the human conventions used in their representation (according to International Standards Organization).